Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 17:45 WIB

Perlawanan RPP Tembakau Belum Berhenti

Oleh : Jagad Ananda | Senin, 30 Juli 2012 | 20:11 WIB

Berita Terkait

Perlawanan RPP Tembakau Belum Berhenti
Ist

INILAH.COM, Jakarta - Bukan hanya masyakat yang terkait pada industri rokok yang gelisah, Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Timur juga belum bisa tidur nyenyak. Itu lantaran Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang tembakau masih tetap hidup. Sehingga, kemungklinan disahkan menjadi Peraturan Pemerintah (PP) masih terbuka lebar.

Itulah yang mendorong Pemrov dan DPRD Jatim berencana menerbitkan Perda yang intinya berisikan perlindungan bagi para petani. Pertimbangannya jelas, industri tembakau di Jawa Timur melibatkan banyak masyarakat. Bahkan Rp77 trilliun cukai tembakau yang dikutip pemerintah pusat, 74% merupakan sumbangan dari provinsi ini.

Nah, dengan adanya peraturan daerah, dampak negatif dari PP Tembakau (kalau jadi disahkan) bisa ditangkal. Seorang petinggi di Pemprov Jatim meyakinkan bahwa Rancangan Perda yang dimaksud akan segera jadi dalam waktu dekat ini.

Memang, sebenarnya, bukan hanya masyarakat dan pemerintah Jawa Timur yang gelisah dengan adanya RPP Tembakau. Tapi juga jutaan rakyat lainnya. Asal tahu saja, jika RPP tersebut disahkan, akan ada sekitar 10 juta pekerja yang terkait di industry rokok, plus 2,25 juta di perkebunan cengkeh dan tembakau yang bakal kehilangan pekerjaan.

Mungkin itu pula sebabnya, pandangan para wakil rakyat di DPR juga tidak seragam. Di samping yang setuju dengan alasan menjaga kesehatan rakyat, tak sedikit anggota dewan yang tak setuju. "Rokok boleh diatur, tapi produsen rokok lokal dan petani tembakau tak boleh dirugikan," kata Hanif Dhakiri, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut dia, jika ada pengujian tar dan nikotin dalam rokok, maka secara perlahan akan membunuh industri lokal. Sebaliknya, akan membuka jalan yang lebih lebar bagi rokok buatan luar negeri. Jadi, pantas kan kalau ada yang menduga RPP ini ditunggangi asing. [mdr]

Komentar

x