Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 21:00 WIB

Bekerja di AS, Hindari Perusahaan Ini

Oleh : Th. Asteria | Sabtu, 11 Agustus 2012 | 17:15 WIB
Bekerja di AS, Hindari Perusahaan Ini
ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Amerika Serikat masih menjadi impian untuk mengadu nasib. Namun, pandai-pandailah memilih perusahaan untuk bekerja. Terutama karena beberapa memiliki prestasi yang kurang baik.

Banyak karyawan di beberapa perusahaan terbesar AS ternyata tidak menyukai, bahkan membenci pekerjaan mereka. 24/7 Wall St mengidentifikasi perusahaan terburuk untuk bekerja berdasarkan analisa tinjauan perusahaan dengan situs kerja online Glassdoor.

Sebanyak 202 perusahaan di Glassdoor dengan 300 ulasan atau lebih, dicermati untuk kemudian dipilah yang mendapat nilai 2,7 atau kurang. Dari 19 perusahaan dengan skor rendah, disaring 11 perusahaan publik.

11. Bank of New York Mellon dengan karyawan 47.800 orang dan rating 2,7

Bank of New York Mellon Corp dibentuk oleh merger 2007 antara Mellon Financial Corporation dan Bank of New York Company. Perusahaan keuangan ini mengontrol US$ 27,1 triliun aset dalam aset kustodian atau administrasi dan US$ 1,3 triliun di bawah manajemen. Bank mem-PHK 1.500 orang tahun lalu sebagai bagian dari pengurangan biaya yang menghantam perusahaan keuangan nasional.

Tentu saja, salah satu perhatian utama bank adalah kepuasan pelanggan, sehingga kepuasan karyawan sangat penting. Namun, karyawan menggambarkan Mellon sebagai bank yang lamban. Meskipun Anda bekerja dari 9:45 4:45 dengan 1 jam istirahat makan siang, gaji digambarkan di bawah rata-rata.

Kenaikan jabatan atau pengakuan untuk pekerjaan baik dilakukan secara teratur, direferensikan jauh di bawah rata-rata. "Jika Anda tidak suka kenaikan gaji dan bonus dan promosi berdasarkan prestasi dan kerja keras, ini adalah tempat yang tepat untuk Anda," tulis sebuah resensi.

10. GameStop dengan karyawan 17.000 dan rating 2,7

GameStop Corp memiliki 6.683 toko yang dioperasikan perusahaan di 15 negara seluruh dunia. Perusahaan ini terutama menjual video permainan dengan perangkat keras dan lunak. Tapi model bisnis ini mendapat tekanan karena makin banyak produk dikirim melalui broadband atau wireless cepat.

Karyawan mengeluh karena perusahaan mendahulukan penjualan di atas layanan pelanggan. Menurut satu tinjauan, "Prioritas ditempatkan pada penjualan bukan game dan pelanggan, mendorong orang yang pre-order game menghabiskan uang untuk permainan buruk, tanpa kemungkinan pengembalian dana, model tempat usaha, dimana pelanggan dirugikan. "

9. Rite Aid dengan karyawan sekitar 91.000 orang dan penilaian 2,7

Rantai toko obat raksasa, yang beroperasi di sekitar 4.700 toko di 31 negara, dibangun sebagian melalui merger dan konsolidasi, termasuk Thrifty PayLess dan Brooks / Eckerd Stores. Proses integrasi berantakan dan menimbulkan biaya. Permusuhan pekerja diperparah klaim karyawan di California yang membawa gugatan class action terhadap perusahaan karena gagal membayar lembur. Gugatan itu diselesaikan pada 2009 sebesar US$ 6,9 juta.

Karyawan berpikir Rite Aid Corp dikelola dengan buruk. Mereka berulang kali mengatakan para manajer tidak tahu apa yang mereka lakukan karena tidak memberi arahan yang jelas. Selain adanya lembur wajib dan kerja ketika libur.

8. Hewlett-Packard dengan karyawan 349.600 orang dan penilaian 2,7

Hewlett-Packard Co telah melalui kekacauan manajemen lebih daripada perusahaan besar AS selama dua tahun terakhir. Pada 2010, mantan CEO Mark Hurd dipaksa keluar setelah hubungan tidak pantas dengan seorang kontraktor HP. Ia digantikan Leo Apotheker. Namun, 11 bulan kemudian Meg Whitman, mantan CEO eBay, jadi kepala eksekutif baru.

Berdasarkan Peringkat CEO Glassdoor, Whitman dianggap baik. Ini mungkin karena reputasi sterling dan keyakinan ia bisa membawa perusahaan teknologi terbesar dunia ini kembali ke jalur. Sementara itu, karena tingginya biaya perputaran karyawan, Whitman mengatakan akan memangkas 27 ribu pekerjaan.

Mengingat track record perusahaan, tidak mengherankan karyawan sudah muak. Mereka secara konsisten menunjukkan kinerja yang buruk perusahaan dan kegagalan manajemen. "Nasihat kepada manajemen senior, tolong putuskan apa yang anda ingin kita lakukan, dimana kita akan bersaing," mereka juga mengeluhkan bahwa PHK tidak akan memecahkan masalah perusahaan.

7. Robert Half International dengan karyawan penuh waktu 11.300 orang dan rating 2,7

Robert Half International Inc terdiri dari tujuh divisi, termasuk Accountemps dan Robert Half Management Resources, yang menyediakan pekerja paruh waktu dan penuh waktu serta konsultan untuk bisnis.

Karyawan mengatakan bahwa dari jumlah gaji yang dibayarkan, perusahaan memotong gaji masing-masing. "Pembayaran kurang dari yang Anda peroleh dalam peran penjualan yang sama, mengingat betapa banyak pengisian klien Anda. Mereka ingin membuat margin yang besar, sehingga mustahil dapat bersaing dengan membayar untuk penempatan.

Dikatakan juga, fokus perusahaan lebih pada metrik kegiatan dan ekspektasi pertumbuhan, ketimbang moral tim sehingga menciptakan lingkungan kerja bermusuhan.

6. Sears Holdings (Sears / Kmart) dengan karyawan 293.000 orang dan rating 2.6/2.5

Sears, stablemate nya K-Mart dan beberapa divisi kecil berbisnis melalui 2.172 toko full-line dan toko-toko khusus serta 1.338 ritel di AS. Sears Holdings Corp, yang dikendalikan manajer dana Eddie Lampert, memegang semua ini. Lampert baru-baru menjadi sorotan publik saat membeli rumah US$ 40 juta di Indin Creek Island, utara Miami. Pembelian tersebut terjadi bersamaan ketika Sears membuat keputusan untuk menjual 1.200 toko dan menutup 173 lainnya.

Sears Holdings telah mengalami beberapa CEO, sejak Lampert membentuknya melalui penggabungan Sears dan K-Mart pada 2005. Lou D'Ambrosio menjadi chief executive pada Februari 2011, menggantikan CEO interim Bruce W. Johnson. Namun, tidak sampai akhir tahun, ketika Sears gagal melawan peritel besar lainnya, seperti Wal-Mart Stores Inc dan Target Corp.

Karyawan Sears berpikir sistem perusahaan kuno dan sangat butuh perbaikan. Selain penuaan infrastruktur, pekerja ritel di kedua perusahaan tidak puas dengan kompensasi. Karyawan Sears menunjuk gaji awal rendah dan kenaikan gaji tahunan yang bahkan lebih rendah. Karyawan Kmart mengeluhkan gaji yang minim karena mereka dibatasi hanya boleh bekerja kurang dari 32 jam per minggu dengan shift hanya empat sampai enam jam.

5. OfficeMax dengan jumlah karyawan 29.000 orang dan penilaian 2,6

OfficeMax Inc mengoperasikan 978 toko di AS dan Meksiko. Mungkin di segmen yang paling brutal persainganny dari pasar ritel. Di antara tiga pengecer peralatan kantor utama, termasuk Office Depot Inc dan Staples Inc, OfficeMax adalah yang terkecil. Dan OfficeMax berjalan pada margin yang sangat tipis.

Pekerja ritel sering mengaku diperlakukan buruk oleh manajemen. Demikian juga karyawan OfficeMax, yang menunjukkan bahwa perusahaan harus belajar untuk memperlakukan karyawan dengan hormat dan membayar mereka lebih baik dari upah minimum, sehingga mereka mungkin akan bertahan. Selain upah yang tidak memadai, karyawan mengeluhkan perusahaan tidak dikelola dengan baik.

4. Hertz Karyawan dengan 23.900 karyawan dan penilaian 2,6

Hertz Global Holdings Inc mengoperasikan armada sewa sekitar 355.500 mobil di AS. Bisnis ini termasuk yang paling kompetitif di Amerika. Hertz melawan Avis Budget Group Inc, Dolar Thrifty Outomotive Group Inc, Enterprise and ZipCar Inc, di samping sejumlah besar operasi yang lebih kecil.

Hertz adalah perusahaan terbesar dalam industri, dengan 8.700 lokasi perusahaan dan pemegang lisensi di hampir 150 negara. Namun, perusahaan terus berada di bawah tekanan kompetitif tanpa henti.

Karyawan Hertz mengeluh bahwa manajemen perusahaan kurang memperhatikan karyawan, dengan tujuan bisnis yang tidak realistis yang membutuhkan pelatihan dan membuang waktu.

Karyawan juga menyebutkan, manajemen level atas memiliki pengalaman lapangan sedikit dan banyak lulusan MBA yang memberitahu bahwa yang tidak mungkin adalah mungkin."

Sementara perusahaan mengharuskan semua manajer baru memiliki gelar minimal sarjana, mereka semua harus mulai dari bagian bawah di program Management Trainee. Membayar per jam yang relatif rendah dan pekerjaan kasar mendidil beberapa lulusan dengan cara yang salah.

3. RadioShack dengan 34.000 karyawan dan penilaian 2,4

RadioShack Corp beroperasi sekitar 4.700 toko ritel di bawah merek RadioShack di AS dan sekitar 1.500 pusat Target Mobile. Peritel hampir tidak berhasil menyaingi Best Buy Co Inc dan lainnya yang memiliki konsumen elektronik. Masalah terbesar RadioShack mungkin munculnya Amazon.com Inc sebagai vendor e-commerce elektronik besar.

Karyawan tidak senang dengan struktur komisi penjualan peritel dan jam kerja yang panjang. Apalagi perusahaan membatasi komisi kepada produk tertentu, bukan membayar berdasarkan penjualan. Selama beberapa tahun, kompensasi telah berubah menjadi lelucon besar. Anda harus mengusai semua metrik (layanan rencana, baterai, ponsel, dll) untuk mendapatkan semacam bonus.

Consumer Reports menempatkan RadioShack posisi "nouhgty" pada Naughty & Nice Holiday List 2011, karena perusahaan telah diakui secara terbuka menetapkan harga berbeda untuk produk yang sama.

2. Dillard dengan karyawan 30.000 orang dan penilaian 2,4

Dillard Inc mengoperasikan lebih dari 300 toko ritel departemen. Sedangkan pendapatan telah menurun selama beberapa tahun. Baru-baru ini Dillard memiliki kinerja lebih baik, meskipun persaingan dari peritel tingkat menengah.

Masalah terbesar Dillard dengan karyawan mungkin dengan CEO William Dillard II, yang merupakan bagian dari keluarga pendiri. Karyawan Dillard menunjuk insentif penjualan perusahaan yang tidak menarik. Tingginya turnover adalah hasil karyawan dibayar atas jumlah penjualan yang dilakukan per jam, bukan berdasarkan komisi. "Orang akhirnya berhenti sebelum dievaluasi atau karena dipecat secara acak satu hari karena penjualan mereka."

1. Dish Network Karyawan dengan karyawan 34.000 dan penilaian 2,2

Karyawan Dish Network Corp memiliki tugas sangat besar untuk mengelola lebih dari 14 juta pelanggan. Manajemen Dish khawatir tentang hubungannya dengan pelanggan. Mereka telah kehilangan pelanggan dalam industri yang meliputi penyedia streaming seperti Netflix, perusahaan kabel dan telekomunikasi, yang telah memperkenalkan serat ke rumah. Pelanggan di Dish juga cenderung marah karena pertempuran antara penyedia jaringan dan perusahaan satelit atas biaya pengangkutan. AMC berhenti dari sistem Dish selama lebih dari sebulan.

Banyak karyawan keberatan dengan jam panjang perusahaan dan tidak ada liburan. "Anda bekerja sepanjang hari sepanjang malam. Hari Anda dimulai dari 6:45 pagi sampai 6 atau 10 malam. Anda bekerja setiap hari libur yang jatuh pada hari Anda."

Tidak heran bila karyawan mengatakan tidak puas dengan manajemen, dengan alasan lembur wajib dan tidak fleksibel dengan jadwal. Mungkin ketidakpuasan karyawan mempengaruhi kepuasan pelanggan. MSN Money meberikan Dish tempat pada Customer Service Hall of Shame 2012, mencatat pelanggan Dish tidak menyukai perusahaan yang menghentikan tayangan dan tampaknya memprioritaskan penjualan ketimbang kualitas layanan. [ast]

Komentar

x