Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 21:42 WIB

2013, Tak Ada Dana Kompensasi Naiknya Harga BBM

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Selasa, 21 Agustus 2012 | 16:30 WIB
2013, Tak Ada Dana Kompensasi Naiknya Harga BBM
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah tidak lagi menganggarkan dana kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi dalam RAPBN 2013.
Berdasarkan data yang dikutip dari Nota Keuangan dan RAPBN 2013, Selasa (21/8/2012), alokasi anggaran belanja lain-lain dianggarkan sebesar Rp52,9 triliun (0,6% dari PDB) yang terdiri dari cadangan risiko fiskal Rp6,5 triliun, belanja lainnya sebesar Rp40,4 triliun, dan tambahan alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp6 triliun.
"Jumlah alokasi belanja lain-lain ini menunjukkan penurunan sebesar Rp15,6 triliun, atau 22,8 persen jika dibandingkan dengan pagu alokasi anggaran belanja lain-lain pada APBNP tahun 2012 yang mencapai sebesar Rp68,5 triliun (0,8 persen terhadap PDB)," papar nota tersebut.
Lebih rendahnya alokasi belanja lain-lain pada tahun anggaran 2013 antara lain disebabkan tidak dialokasikannya beberapa anggaran yang pada tahun 2012 dianggarkan, namun tidak dianggarkan kembali pada RAPBN tahun 2013.
Alokasi yang tidak dianggarkan kembali tersebut diantaranya kompensasi kenaikan harga BBM yang pada tahun anggaran 2012 dialokasikan sebesar Rp25,6 triliun.
Beberapa bulan lalu, pemerintah sempat meminta DPR untuk mencabut Pasal 7 Ayat (6) UU APBN 2012 yang menyatakan harga jual BBM bersubsidi tidak naik.
Hal ini agar pemerintah bisa leluasa menaikan harga bahan bakar tersebut, sehubungan dengan meroketnya harga minyak dunia akal itu yang diharapkan dapat memperingan beban anggaran negara. Dan sebagai kompensasi, pemerintah menyiapkan program bantuan tunai sebesar Rp25,6 triliun.
Namun pemerintah ternyata harus berlapang dada karena hasil rapat paripurna DPR RI memutuskan untuk menunda kenaikan harga BBM bersubidi serta memungkinkan adanya penyesuaian apabila harga rata-rata minyak mentah mengalami deviasi lebih 15% dalam 6 bulan terakhir.
Selain kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi, dalam alokasi belanja lain-lain pada tahun anggaran 2012 yang tidak dianggarkan dalam RAPBN 2013 yaityu cadangan risiko energi yang pada tahun anggaran 2012 dialokasikan sebesar Rp23 triliun, serta konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) untuk pembangunan infrastruktur compressed natural gas (CNG) dan liquified gas for vehicle (LGV) yang pada tahun anggaran 2012 dialokasikan sebesar Rp2,1 triliun.

Komentar

x