Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 15:04 WIB

Produksi Emas Australia Semester Pertama Melemah

Rabu, 5 September 2012 | 17:31 WIB
Produksi Emas Australia Semester Pertama Melemah
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Sydney Produksi emas di Australia, produsen terbesar kedua dunia untuk logam mulia, turun 5% pada semester pertama 2012, dibandingkan tahun sebelumnya.

Demikian menurut konsultan logam internasional GFMS, Rabu (5/9/2012).

Produksi turun karena perusahaan gagal memperoleh lebih banyak emas dari proses pertambangan dan sejumlah operasi mendekati masa berakhirnya, menurut konsultan yang merupakan unit dari Thomson Reuters Corp.

Produksi emas Australia mencapai 122,5 metrik ton pada semester pertama, turun dari 129,1 ton dari periode yang sama 2011.

GFMS menuturkan, faktor utama yang menunjang penurunan itu adalah produksi yang lebih rendah di operasi Cadia Valley milik Newcrest Mining Ltd.

Tingkat pemulihan di dua tambang emas Australia terbesar, Newmont Mining Corp dan Kalgoorlie Super Pit milik Barrick Gold Corp, serta tambang Boddington yang dimiliki Newmont, juga turun.

"Produksi di tambang Australia lainnya, termasuk operasi Wattle Dam Ramelius Resources, melambat saat operasi mendekati masa berakhirnya," kata GFMS.

Sementara produsen emas utama dunia, yakni China, justru terus melaju, dengan produksi tumbuh 7% dalam enam bulan pertama tahun ini, membawa produksi logam kuning tersebut ke 182 ton.

Lebih dari setengah dari 10 produsen emas utama seluruh dunia melaporkan penurunan produksi karena turunnya nilai di seluruh industri, penundaan konstruksi dan pemberian komisi, serta di tengah pelemahan operasi yang lebih lambat dari perkiraan pada negara-negara produsen utama seperti AS, Afrika Selatan dan Rusia.

"Produksi emas secara global flat di 1.366 ton," kata GFMS.

Konsultan mengatakan biaya penambangan di Australia juga masih di bawah tekanan. Biaya rata-rata produksi per troy ons emas pada semester pertama tahun ini adalah US$ 856, naik dari US$ 756 pada tahun sebelumnya.

"Tekanan inflasi umum, kekurangan tenaga kerja terampil dan produksi yang lebih rendah di sejumlah properti, mendorong biaya lebih tinggi," kata GFMS.

Namun, produsen Australia diuntungkan dari kenaikan kecil dalam harga emas terkait negara lain. Dalam dolar Australia, harga emas naik 1,2% pada semester pertama 2012, dibandingkan dengan peningkatan 0,03% dalam dolar AS dan kenaikan 1% dalam yuan. [ast]

Komentar

x