Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 02:24 WIB

FDI Naik, Neraca Pembayaran akan Surplus US$1 M

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Rabu, 5 September 2012 | 20:11 WIB
FDI Naik, Neraca Pembayaran akan Surplus US$1 M
ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan neraca pembayaran akan mencatatkan surplus US$1 miliar pada dua triwulan akhir tahun ini. Hal ini akan menopang cadangan devisa.

"Sekitar 1 milaran yah kita perkirakan. Sehingga oleh karena itu cadangan devisa akan kembali naik," ujar Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo, di Jakarta, Rabu (5/9). Posisi cadangan devisa pada Juli 2012 mencapai US$106,56 miliar.

BI memproyeksikan defisit neraca pembayaran sebesar 2% dari PDB pada akhir tengah tahun ini. Ia mengatakan, kondisi tersebut dengan transaksi modal dan finansial yang meningkat akibat penanaman modal asing yang kian membesar.

"Kita perkirakan bahwa defisit current account menurun, transaksi modal finansial meningkat, neraca pembayaran secara keseluruhan akan surplus triwulan 3 dan triwulan 4 sehingga cadangan devisa akan kembali meningkat," tuturnya.

Ia menjelaskan, surplus neraca pembayaran bakal terjadi sebagai akibat aliran dana asing yang kembali masuk ke Indonesia yang jumlahnya lebih besar dari defisit neraca perdagangan dan jasa. "Karena memang FDI nya akan tetap besar, portfolio inflow akan tetap masuk, sekarang sudah masuk dan tetap akan masuk," ujar Perry.

Sebagian besar dana asing tersebut diperkirakan dalam bentuk investasi asing langsung (FDI), dan lebih besar dari yang masuk ke saham dan surat berharga negara. "FDI jelas lebih besar, masih tetap lebih besar. Sekarang itu kan sekitar US$15 miliar, kalau dihitung secara grossnya kan sekitar US$19 miliar tahun lalu yah, tahun ini kita perkirakan sekitar US$20 miliar sampai US$22miliar FDI gross inflow yah," ujarnya. [hid]

Komentar

Embed Widget
x