Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 05:27 WIB

Serap Tenaga Kerja, Inilah Fokus APBN Alternatif

Oleh : Restu A Putra | Rabu, 5 September 2012 | 20:27 WIB
Serap Tenaga Kerja, Inilah Fokus APBN Alternatif
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil Untuk APBN Kesejahteraan merancang APBN Alternatif yang fokus pada mengentaskan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja dengan pendekatan aset.

"Kaum miskin bukanlah orang malas, tidak beketrampilan, atau enggan untuk maju, namun mereka miskin karena tidak memiliki aset khususnya lahan, sehingga tidak bisa mengerjakan kegiatan ekonomi secara layak," kata Juru Bicara Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Kesejahteraan, Ahmad Erani Yustika dalam sebuah perbincangan di Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Oleh karena itu koalisi dalam APBN Alternatifnya, merasa penting mendesain pemberian lahan lewat penciptaan lahan sawah (land reform) bagi kaum masyarakat miskin. Sebagai konsekuensi dari pemihakan terhadap sektor pertanian, perindustrian, dan koperasi dan UMKM, maka pertumbuhan pada sektor-sektor tersebut jauh lebih tinggi ketimbang yang didesain pemerintah.

"Dalam APBN Alternatif versi koalisi sektor pertanian dan industri naik 100% dari sebelumnya masing-masing sebesar Rp35 triliun," ujarnya.

Ahmad Erani menyebut alasan untuk kedua sektor tersebut yang diberi porsi cukup besar. Pertama, kedua sektor tersebut menyerap sekitar 55% dari total tenaga kerja. Kedua, bila kedua sektor tersebut tumbuh bagus, maka persoalan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan dapat diselesaikan sekaligus.

"Problem yang selama ini terjadi, pertumbuhan eknomi hanya dinikmati oleh sektor lainnya yang tidak berupaya menyelesaikan persoalan kemiskinan dan pengangguran. Maka pemberian aset seperti lahan bagi masyarakat dirasakan urgen," tuturnya. [hid]

Komentar

Embed Widget
x