Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 00:23 WIB

Pembatasan Pembelian BBM Tidak Tepat

Oleh : Tio Sukanto | Jumat, 7 September 2012 | 15:12 WIB

Berita Terkait

Pembatasan Pembelian BBM Tidak Tepat
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi 10 liter per kendaraan yang dicetuskan oleh BPH Migas tidak tepat. Terutama karena akan menimbulkan banyak persoalan dan aparat keamanan yang dilibatkan.

Demikian disampaikan Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini saat ditemui dikantor Kementerian ESDM, usai salat Jumat Jakarta Jumat (7/9/2012).

"Terlalu berat. Siapa yang akan menjaga ini, berapa polisi yang harus dipasang disitu.Memang para pembeli itu tidak ada yang mau memaksa, apalagi mereka yang merasa dirinya berkuasa disitu, baik para pejabat dan sebagainya. Tentu ini terlalu sulit, ketika dia membeli lalu dibatasi," kata Rudi.

Menurut Rudi, persoalan membengkaknya kuota BBM bersubsidi lebih disebabkan adanya disparitas harga yang cukup tinggi antara BBM bersubsidi dengan non subsidi. Akibatnya masyarakat yang seharusnya menggunakan BBM non subsidi beralih ke BBM subsidi yang harganya jauh lebih murah.

Selain itu penyelundupan BBM juga banyak terjadi baik antar negara, maupun daerah serta penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi diantaranya oleh industri pertambangan, perkebunan yang jumlahnya sangat besar. "Saya kira permasalahan kita bukan operasional, penyebab utamanya adalah disparitas harga yang terlalu jauh," ujar Rudi.

Terkait persoalan tersebut menurut dia pembatasan penggunaan BBM bersubsidi harus tetap terus dilakukan. Selain itu juga didukung dengan program konversi BBM ke BBG, terutama untuk sektor transportasi massal. "Kalau disparitas tidak bisa kita gunakan, pembatasan dengan himbauan kita lakukan terus, disamping juga program konversi BBM ke BBG," kata Rudi. [ast]

Komentar

x