Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 04:27 WIB

Krisis Eropa Kikis Sentimen QE3 The Fed

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Jumat, 14 September 2012 | 16:06 WIB
Krisis Eropa Kikis Sentimen QE3 The Fed
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Indonesia harus tetap waspada dengan kondisi ekonomi global, kendati Amerika Serikat kembali melakukan pengucuran stimulus moneter ketiga (Quantitative Easing III).

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Bambang Brodjonegoro, mengatakan langkah yang dilakukan The Fed akan berdampak pada perekonomian AS. Pasalnya, akan membantu pemulihan ekonomi negara tersebut.

"Tapi kalau kita kan mengikuti global. Sekarang yang kita waspadai terutama kan Eropa. Kalau Eropa belum ada kebijakan yang signifikan, berarti kita masih harus waspada bahwa slowdown akan berlangsung lebih lama," tuturnya di Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Ia menilai kendati langkah AS tersebut bakal membawa dampak positif, namun tidak akan mampu memacu pemulihan ekonomi yang terjadi di Eropa.

"Harus sama-sama. Amerika tetap ekonomi terbesar, tapi Eropa kalau digabung kan nomor dua terbesar. Jadi Amerika gak bisa sendirian. Kalau sudah Amerika dan Eropa, nanti berdampak ke China dan Jepang, baru ke negara seperti Indonesia," ujarnya.

The Fed akhirnya mengeluarkan program stimulus yang agresif atau yang lebih dikenal sebagai Quantitative Easing ketiga (QE3), dari The Fed yang akan membeli US$40 miliar utang KPR tiap bulan dan melanjutkan program pembelian asset untuk meningkatkan pasar tenaga kerja AS. [hid]

Komentar

Embed Widget
x