Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 21:52 WIB

UMP DKI Jakarta Seharusnya Rp2,7/Bulan

Oleh : Tio Sukanto | Minggu, 4 November 2012 | 14:30 WIB
UMP DKI Jakarta Seharusnya Rp2,7/Bulan
ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pengamat Ketenagakerjaan, Timboel Siregar menilai upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar Rp. 1,978,789 per bulan pada tahun depan tidak layak diterima oleh pekerja.

Pasalnya, besaran tersebut tidak mengakomodir kondisi riil inflasi tahun 2013, seperti kenaikan harga TDL 15%, sehingga nilai UMP DKI 2013 akan tergerus inflasi, dan daya beli buruh di tahun 2013 akan terus menurun.

"Dengan nilai KHL (kebutuhan hidup layak) yang rendah tersebut maka sudah seharusnya Gubernur DKI menetapkan UMP DKI minimal sebesar 110% KHL. Jadi UMP DKI minimal sebesar Rp. 2,2 juta," kata Timboel kepada INILAH.COM di Jakarta Minggu (4/11/2012).

Dewan Pengupahan DKI Jakarta menetapkan UMP DKI sebesar Rp. 1,978,789 per bulan pada tahun depan dan akan berlaku pada 1 Januari 2013. Padahal berdasarkan hasil survey SP SB nilainya sekira Rp. 2,7 juta.

Menurut Timboel rendahnya nilain UMP pada tahun 2013 tersebut disebabkan beberapa hal diantaranya, perhitungan KHL masih didasarkan pada Permenaker 13/2012 yang hanya mengakomodir 60 item KHL. Padahal hasil kajian SP SB item KHL mencakup minimal 86 item. Kedua, metode survey penentuan KHL tersebut tidak dilakukan dengan obyektif karena hanya mensurvey pasar-pasar yang jauh dari pemukiman atau tempat kerja buruh.

"Hal ini menyebabkan nilainya lebih rendah. Padahal item per item KHL tersebut ada tiga kriteria (kualitas) yaitu tinggi, sedang dan rendah," katanya.

Terkait tiga kriteria tersebut menurutnya dewan pengupahan sering terjebak pada negosiasi atau kompromi kriteria tersebut dalam menentukan nilai item per item, dan biasanya hasil komprominya antara rendah dan sedang.

"Pada akhirnya penentuan nilai UMP DKI akan didasari pada persentase KHL, dan dewan pengupahan juga akan terjebak pada proses negosiasi presntase tersebut. Kelompok Apindo seperti biasa selalu meminta nilai pppersentase tersebut di bawah 100%," ujar dia. [mel]

Komentar

x