Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 06:16 WIB

Prospek Ekoomi 2013

Bagaimana Jinakkan Inflasi di Tahun Politik?

Oleh : Restu A Putra | Sabtu, 24 November 2012 | 16:19 WIB
Bagaimana Jinakkan Inflasi di Tahun Politik?
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Tahun 2013 dinilai sebagai tahun politik yang membuat pemerintah harus berpikir banyak dalam mengambil kebijakan fiskal terutama soal subsidi BBM.

Sejumlah kalangan menilai menaikkan harga BBM sudah menjadi keputusan sangat penting untuk menyehatkan fiskal dan mengurangi volume konsumsi yang berlebihan.

Pengamat Ekonomi Unika Atmajaya mengatakan Indonesia masih punya kestabilan inflasi di tahun 2013 antara 6%-7% kalau memang pemerintah menaikkan harga BBM. Strategi umumnya yaitu menyalurkan anggaran subsidi tesebut pada sektor lain yang lebih strategis dan tepat sasaran.

"Tapi jika pemerintah masih tetap belum mengurangi subsidi BBM, inflasi masih bisa di tahan di posisi 5%-6%," kataya kepada INILAH.COM, Jumat (23/11/2012).

Namun ia menyatakan keputusan mengurangi subsidi BBM secara ekonomi memang masih fleksibel karena secara politik sangat sulit. Padahal, menurutnya mengurangi 1.000-1.500 liter saja sangat menguntungkan.

"Kondisi harga komoditas global dan minyak sulit dipastikan stabil dan terkendali, maka pemerintah perlu mempertimbangkan hal tersebut, efisiensi anggaran dan berani mengambil keputusan," ujarnya.

Sementara Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Bambang Brodjonegoro mengungkapkan ada sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya subsidi BBM. Ia menyebutkan harga minyak dan ilai tukar rupiah mempengaruhi tingginya subsidi BBM.

"Peningkatan harga minyak dan depresiasi nilai tukar rupiah menyebabkan subsidi energi, termasuk subsidi BBM melonjak," kata dia baru-baru ini.

Selain itu konsumsi BBM yang meningkat dan harga jual BBM yang lebih murah juga turut mempengaruhi. "Sebagian besar subsidi pun dinikmati kalangan menengah atas," ujarnya.

Data BKF mencatat besarnya subsidi pemerintah dalam APBN 2011 meski ada penurunan pada APBNP 2012 khususnya BBM dari Rp165,2 triliun ke Rp137,4 triliun. Kemudian subsidi tersebut kembali alami kenaikan pada APBN 2013 menjadi Rp193,8 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam pertemuan Bankers Dinner, Jumat (23/11/2012) malam menyatakan meskipun pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tinggi, namun tekanan inflasi 2013 masih akan tetap terkendali dalam kisaran yang ditetapkan yaitu 4,5% plus minus 1%. [hid]

Komentar

Embed Widget
x