Find and Follow Us

Senin, 20 Januari 2020 | 10:21 WIB

Inilah Skenario Hari Tanpa BBM Bersubsidi

Oleh : Tio Sukanto | Minggu, 25 November 2012 | 12:20 WIB
Inilah Skenario Hari Tanpa BBM Bersubsidi
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina menyatakan selama Hari Tanpa BBM Bersubdisi, SPBU tetap beroperasi untuk melayani pembelian non subsidi.

"Selama program itu berlangsung, SPBU tetap beroperasi, namun hanya untuk melayani pembelian bensin non subsidi," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (24/11/2012).

Pihaknya mendukung sepenuhnya kebijakan BPH Migas, untuk melakukan pengendalian BBM bersubsidi melalui Gerakan Nasional Hari Tanpa Bensin Bersubsidi. Pasalnya kebijakan ini sebagai salah satu langkah inisiatif untuk mengamankan kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun.

Pertamina sangat optimistis gerakan penghematan tersebut akan didukung sepenuhnya oleh masyarakat, sama halnya ketika ketika program earth hour berlangsung. "Gerakan ini kita perkirakan dapat menghemat sekitar 120 KL bensin bersubsidi, atau senilai Rp.600 miliar," ujar Ali Mundakir.

Gerakan tersebut akan dilaksanakan di Jawa-Bali dan 5 kota besar lainnya di luar Jawa, yaitu Medan, Batam, Palembang, Balikpapan dan Makasar, pada 2 Desember 2012 dari pukul 06.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB.

Sementara itu terkait penyaluran BBM bersubsidi, Pertamina memastikan penyaluran BBM bersubsidi tidak melampaui kuota 2012 yang telah ditetapkan.

Semula dalam APBN 2012 kuota BBM bersubsidi ditetapkan sebesar 40 juta KL dan pada bulan September 2012 kemudian ditambah sebesar 4,04 juta KL sehingga total menjadi 44,04 juta KL, dengan 43,9 juta KL diantaranya menjadi tanggung jawab Pertamina, dengan rincian 27,8 juta KL Premium, 14,9 juta KL Solar, dan 1,2 juta KL Kerosene. "Hingga 20 November 2012 realisasi penyaluran BBM bersubsidi masing-masing mencapai 24,9 juta KL Premium, 13,7 juta KL Solar, dan 1,1 juta KL Kerosene. Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1% untuk Premium dan 4% untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," kata Ali Mundakir.

Pemerintah melalui BPH Migas telah mengamanatkan agar penyaluran BBM bersubsidi tidak melampaui kuota yang sudah diputuskan DPR dan pemerintah dalam APBN-P 2012 sehingga Pertamina selaku salah satu badan usaha melakukan penyaluran sesuai dengan kuota yang tersisa di setiap daerah hingga cukup sampai dengan akhir tahun.

Mengacu pada surat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi tertanggal 7 November 2012 perihal Pengendalian Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012, penyaluran BBM bersubsidi dilakukan dengan membagi sisa kuota masing-masing daerah dengan jumlah hari yang tersisa mulai 19 November hingga 31 Desember 2012. Adapun, Pertamina juga akan meningkatkan ketersediaan BBM non subsidi di SPBU-SPBU yang telah dapat melayani penjualan Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina Dex. [HID]

Komentar

x