Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 09:45 WIB

Muhaimin: Perusahaan Lalai, Ikut Jamsostek Sendiri

Oleh : Advertorial | Minggu, 25 November 2012 | 17:05 WIB
Muhaimin: Perusahaan Lalai, Ikut Jamsostek Sendiri
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menerbitkan Peraturan Menakertrans No.20 tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menakertrans No.12/2007 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan, dan Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Peraturan yang terbit bersamaan dengan Permenakertrans soal outsourcing ini telah ditandatangani Menakertrans Muhaimin Iskandar pada 14 November 2012 dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Amir Syamsudin pada 19 November 2012.

Muhaimin menjelaskan dalam ketentuan peraturan baru para pekerja/buruh lebih banyak mendapat manfaat dari program jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) yang diharapkan dapat meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan bagi pekerja/buruh.

"Para pekerja/buruh dapat mendaftarkan sendiri dalam Jamsostek jika pengusaha tempat mereka bekerja telah nyata-nyata lalai tidak mendaftarkan ke dalam program perlindungan itu," ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta pada Minggu (25/11).

Dengan demikian, kata Muhaimin sejak ditetapkannya Permenakertrans soal Jamsostek ini maka para tenaga kerja/buruh dapat mendaftarkan dirinya sendiri dalam program jaminan sosial tenaga kerja kepada badan penyelenggara.

Selain itu, dalam ketentuan yang baru ditetapkan juga pelayanan khusus bagi para pekerja yang menggunakan kaca mata, prothese mata (mata palsu), prothese gigi (gigi palsu), alat bantu dengar, dan prothese anggota gerak. Pelayanan biaya khusus itu diberikan kepada tenaga kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan dan atas indikasi medis dengan pengaturan tertentu.

Aturan itu di antaranya bagi tenaga kerja mendapatkan resep kaca mata dengan biaya untuk frame dan lensa sebesar Rp300.000, penggantian lensa 2 tahun sekali Rp150.000, dan penggantian frame 3 tahun sekali Rp150.000.

Bahkan, kata Muhaimin, untuk pekerja yang memerlukan gigi palsu dapat diberikan di balai pengobatan gigi, klinik gigi atau praktek dokter gigi dengan paling banyak biaya Rp1 juta. Pekerja yang membuat gigi palsu diberikan jenis lepasan berbahan acrylic dengan ketentun per rahang untuk gigi pertama sebesar Rp200.000 dan gigi kedua, serta seterusnya Rp20.000.

"Dalam Permenakertrans juga ditambahkan pasal tentang pelayanan kesehatan untuk penyakit kronis dan kritis atas anjuran dokter spesialis di unit pelayanan khusus atau di rumah sakit," kata Muhaimin.

Pelayanan itu di antaranya tentang tindakan hemodialisa (cuci darah) ditanggung paling banyak Rp700.000 per kasus kunjungan dengan ketentuan paling banyak tiga kali dalam seminggu di Pelaksana Pelayanan Kesehatan Tingkat lanjutan yang ditunjuk badan penyelenggara.

Muhaimin menjelaskan semua peningkatan manfaat jaminan dan perluasan cakupan pelayanan kesehatan dalam program jamsostek dimaksudkan untuk kesejahteraan dan perbaikan taraf hidup pekerja/buruh. [*]

Komentar

x