Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 20:27 WIB

Inilah Jeritan Penjual Bakso Sekitar Pasar Cipete

Oleh : Ranto Rajagukguk | Jumat, 14 Desember 2012 | 17:50 WIB
Inilah Jeritan Penjual Bakso Sekitar Pasar Cipete
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Penggrebekan kios penggiling daging oplosan, di Pasar Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membuat sejumlah penjual bakso mengalami kerugian.

Salah satunya rumah makan yang berada 200 meter dari lokasi penggrebekan. Sari (35) yang keseharian menjalankan bisnis saudaranya, mengaku omzet bisnisnya merugi sampai 30% atau setara Rp 300.000

"Biasanya sehari bisa sampai Rp1 juta namun karena ada kasus daging oplos babi ini, pendapatan saya menurun 30% jadi hanya Rp700 ribu," katanya kepada INILAH.COM yang ditemui saat menjaga warungnya, Jumat (14/12/2012).

Dia mengaku, pascapenggrebekan ada dampak psikologis yang dialami masyarakat di sekitar tempatnya berjualan. Meski begitu, Sari yakin pelanggannya tetap mau makan di warungnya.

"Ya adalah yang ngga mau makan karena takut. Tapi saya sendiri berani jualan karena saya tidak pakai daging oplosan. Pelanggan yang biasa beli juga sudah percaya," tuturnya.

Dalam proses pembuatan baksonya, Sari biasa mengambil daging sapi dan menggilingnya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Proses penggilingan pun disaksikan langsung olehnya.

"Saya biasa giling di Pasar Kebayoran Lama. Dan itu tidak ditinggal, kami menunggunya sampai selesai digiling," katanya.

Dia juga menambahkan, bakso yang dia buat murni dikerjakan sendiri dengan bumbu asli dan tanpa pengawet. Karena itu, sampai hari ini walau ada penggrebekan dan isu daging oplosan, warung makannya tetap buka.

"Saya tidak takut untuk terus membuka warung makan ini. Bahkan saya senang kalau ada orang yang mau lihat dan buktiin langsung apakah bakso yang dibuat memakai oplosan atau tidak," katanya sambil menegaskan. [hid]

Komentar

x