Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 06:30 WIB

Kementan Catat 2% Populasi Itik Mati Terkena Virus

Oleh : Tio Sukanto | Sabtu, 12 Januari 2013 | 14:58 WIB
Kementan Catat 2% Populasi Itik Mati Terkena Virus
Penyemprotan vaksin pada itik - Inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat angka kematian itik yang terkena virus flu burung H5NI clade 2.3.2 saat ini baru sebesar 250 ribu ekor atau sebesar 2% dari total populasi itik nasional 47 juta ekor.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan di kantor Kementerian Pertanian Jakarta Jumat kemarin (11/1/2013). "Awal Januari ini baru 250 ribu ekor itik yang mati, atau 2% dari total populasi itik saat ini," kata Rusman.

Lebih lanjut Rusman menjelaskan, daerah yang paling terkena dampak penyebaran virus tersebut adalah wilayah Jawa dan Sulawesi. Wilayah Jawa Tengah merupakan daerah yang besar terkena penyebaran virus itu. "Yang jelas wilayah pantai utara Jawa, misalnya Brebes, Cirebon dan Indramayu. Itu beberapa daerah yang paling terkena dampak virus tersebut. Di samping juga wilayah Sulawesi. Tapi jumlahnya masih sedikit," kata Rusman.

Sementara itu, untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus tersebut. Kementan menetapkan empat prosedur tetap (Protap). Empat protap tersebut kata di antaranya adalah. Bio security kadang-kandang itik. Penyemprotan disenfektan. Depopulasi/pemusnahan, bagi itik yang diduga tercemar virus. Pengetatan arus lalu lintas itik.

"Paling tidak ada empat protap yang harus kita lakukan. Untuk mencegah penyebaran flu burung itu," kata Rusman. [mel]

Komentar

x