Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 17:18 WIB

Buruh Berharap Jokowi Tolak Penangguhan UMP

Oleh : Seno Tri Sulistiyono | Senin, 14 Januari 2013 | 21:40 WIB
Buruh Berharap Jokowi Tolak Penangguhan UMP
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo - Inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Sejak Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta naik menjadi minimal Rp2,2juta per bulan, ada 908 perusahaan yang meminta penangguhan.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk tidak menyetujui penangguhan perusahaan tersebut.

"Kami meminta Gubernur DKI untuk tidak mengabulkan permohonan penangguhan secara kolektif. Ini merugikan buruh, belum juga buruh merasakan kenaikan UMP," kata Said di Jakarta, Senin (14/1/2013).

Jika Jokowi menyetujui untuk memberikan penangguhan kepada 908 perusahaan, Said mengancam berbagai buruh akan menuntut hak dengan turun ke jalan.

"Akan ada rencananya demo besar-besaran tersebut akan dilakukan tanggal 16 Januari (2013) mendatang, kita sudah menyatakan ke kepolisian. Penangguhan itu, mengakibatkan hubungan industri dan buruh tidak harmonis," tuturnya. [hid]

Komentar

x