Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 23:22 WIB

Inilah Alasan Eksplorasi Blok Mahakam Sangat Mahal

Oleh : Ranto Rajagukguk | Selasa, 19 Februari 2013 | 21:26 WIB
Inilah Alasan Eksplorasi Blok Mahakam Sangat Mahal
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - SKK Migas memperkirakan setelah 2017 cadangan gas dalam Blok Mahakam tinggal 2 triliun kaki kubik.

Dengan demikian untuk melanjutkan pengelolaan di blok tersebut memerlukan investasi Rp80 triliun untuk dapat memproduksi gas dari blok tersebut selama masa operasi 20 tahun.

"Tapi siapa yang berani investasi untuk eksplorasi di laut yang lebih dalam lagi agar cadangan minyak dan gas di blok Mahakam dapat meningkat," ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, Selasa (19/2/2013).

Dengan demikian, pengelola Blok Mahakam yang akan datang harus mampu secara aktif melakukan eksplorasi di laut dalam sekitar wilayah tersebut dengan investasi besar sehingga dapat menambah cadangan gas.

Jadi hanya untuk mengangkat gas tersebut saja dibutuhkan investasi sebesar Rp80 triliun dimana dari hasil investasi tersebut dengan sistem bagi hasil 70% untuk pemerintah dan 30% untuk kontraktor.

Dengan demikian kontraktor yang akan mengelola blok mahakam akan mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp36 triliun. Sementara pemerintah akan mendapatkan keuntungan bersih yang jauh lebih besar sekitar Rp84 triliun tanpa harus keluarkan modal.

"Dalam hal penerimaan negara, yang kami inginkan adalah Penerimaan Negara yang optimal ditambah dengan penambahan cadangan baru di wilayah tersebut," ujarnya.

Jika blok tersebut dikelola BUMN maka sesuai dengan UU Migas No. 22/2001 dan peraturan perundangan turunannya maka bagi hasil di Blok Mahakam akan menjadi 60% untuk Negara dan 40% untuk BUMN. Selain biaya investasi untuk mengangkat cadangan gas terbukti di Blok Mahakam, dibutuhkan juga investasi yang jumlahnya tidak sedikit untuk melakukan eksplorasi agar cadangan terbukti di Blok Mahakam dapat ditingkatkan lebih dari 2 TCF.

"Dana yang dibutuhkan untuk eksplorasi tambahan di Blok Mahakam bisa ratusan trilliun dan itu belum tentu berhasil padahal sesuai dengan keinginan banyak pihak agar cadangan gas Indonesia juga harus meningkat. Jika tidak ada investasi tambahan di blok Mahakam untuk eksplorasi maka masa depan cadangan gas Indonesia akan terancam," tuturnya.

Karena itu saat ini masih dibutuhkan investor untuk dapat membantu pemerintah untuk melakukan eksplorasi dalam rangka meningkatkan cadangan gas terbukti di Blok Mahakam tanpa perlu menanggung risiko kerugian jika eksplorasi tersebut gagal.

"Negara jangan sampai menanggung risiko akibat kegagalan eksplorasi. Apakah BUMN dan BUMD mau menanggung kerugian eksplorasi? Kasihan negeri ini kalau harus mengorbankan hilangnya potensi tambahan cadangan minyak dan gas akibat tidak ada investasi," kata Rudi. [hid]

Komentar

x