Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 03:06 WIB

Pelegalan Bawang Importasi Perbesar Volume Impor

Oleh : Tio Sukanto | Sabtu, 23 Maret 2013 | 17:30 WIB
Pelegalan Bawang Importasi Perbesar Volume Impor
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Upaya pemerintah untuk menstabilkan pasokan dan menekan harga bawang putih melalui pelegalan barang importasi harus diantisipasi.

Pasalnya pelegalan barang importasi yang sempat tertahan di pelabuhan beberapa waktu lalu, mendorong lebih banyaknya barang impor ilegal yang masuk ke Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Romahurmuziy kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (23/3/2013).

"Pelegalan barang harus diantisipasi dengan hati-hati, karena saat ini masih banyak barang impor yang masuk ke daerah perbatasan. Seperti halnya dari Malaysia, setiap hari ada 6 kontainer yang masuk ke Indonesia melalui daerah perbatasan," kata Romy panggilan dia.

Menurut Romy, meski pemerintah sudah mengetatkan volume impor bawang, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak importir bawang yang nekad mengimpor secara ilegal. Makanya tidak mengherankan Direktorat Bea dan Cukai sering kali menemukan kontainer berisi bawang yang ditangkap di pelabuhan, karena tidak dilengkapi data yang resmi.

"Dalam posisi seperti ini seluruh importir dalam posisi memanfaatkan rente (keuntungan pribadi) yang tinggi, dan tidak akan sampai jatuh ke masyarakat dibawah harga pokok," ujar Romy.

Agar kejadian seperti hal tersebut tidak terjadi, dirinya menyarankan agar pemerintah segera melakukan pengaturan dengan sistem satu pintu. Sehingga peluang terjadinya tindak jual beli kuota oleh importir bisa dihindari, selain itu juga lebih efektif.


"Ini kan amanat melindungi petani domestik, jadi jangan mengorbankan yang lain," katanya.

Dari 131 importir hortikultura tahun ini 114 di antaranya adalah pelaku importir bawang putih. Pemerintah dan importir telah bersepakat harga bawang impor akan dilepas kepasar seharga Rp15.000 per kilo gram. Karena alasan keterlambatan Rekomendasi Impor Produk Hortukultura 500 kontainer berisi bawang impor tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya beberapa minggu lalu. [mel]

Komentar

x