Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 00:05 WIB

Satu Indonesia Award

Astra Apresiasi Pahlawan Pendidikan

Oleh : Mahbub Junaidi | Kamis, 28 Maret 2013 | 21:10 WIB
Astra Apresiasi Pahlawan Pendidikan
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Persoalan pendidikan di Indonesia sangat krusial, biaya pendidikan makin mahal. Di sisi lain, sarana belajar rusak. Padahal, 20 persen APBN dialokasikan untuk bidang ini.

Melihat persoalan ini, lahir beberapa pemuda inspiratif yang menaruh perhatian di bidang pendidikan. Tak perlu formal, asal anak didik mampu menulis, membaca dan memiliki wawasan luas.

Muhammad Farid, mendirikan sekolah alam setingkat SD dan SMP tahun 2005 lalu dan didedikasikan bagi warga Banyuwangi. Ongkos belajar yang dipungut, tidak berupa uang. Namun, cukup dengan sayur mayur. Kalau tak mampu, boleh gratis.

Aksi Farid ini, direspon positif PT Astra Internasional. Dia berhasil menerima Satu Indonesia Award tahun 2010 lalu dan menggunakan hadiah sebesar Rp40 juta untuk pengembangan sekolah alamnya. "Ini untuk membangun karakter kepemimpinan," kata Farid.

Menanggapi aksi yang dilakukan Farid, mantan Wakil Menteri Pendidikan RI, Fasli Jalal menilai pemerintah harus lebih peka lagi dan membuka diri melihat inovasi tersebut. "Dengan 20 persen dana pendidikan, harusnya makin banyak menjawab persoalan ini. Pemerintah tak bisa berpaling dan harus membuka diri. Kalau perlu ada desk khusus," ujar Fasli Jalal kepada INILAH.COM, Kamis (28/3/2013).

Dengan alokasi dana sebesar 20 persen dari APBN setiap tahun, seharusnya sudah mampu memberikan dorongan di dunia pendidikan Indonesia agar persoalan klasik tersebut tidak terjadi lagi. [hid]

Komentar

x