Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 23:41 WIB

Saatnya Beralih ke Sumber Energi Alternatif

Oleh : Ranto Rajakgukguk | Kamis, 11 April 2013 | 17:49 WIB
Saatnya Beralih ke Sumber Energi Alternatif
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan - Inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan menyerukan perlunya Indonesia mengurangi kebergantungan terhadap minyak dan beralih pada sumber energi alternatif untuk mengamankan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan di masa mendatang.

Menurut Karen, konsumsi energi primer Indonesia telah meningkat sebesar 50% dalam satu dekade terakhir.

"Di sisi lain, produksi minyak yang saat ini menjadi penyokong utama kebutuhan energi nasional telah jatuh jauh di bawah produksi puncaknya 1,6 juta barel per hari (bph) menjadi sekitar 861.000 bphi pada 2012," ujar Karen dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/4/2013).

Karen juga mencermati,cadangan minyak terbukti Indonesia juga turun terus sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat penurunan cadangan minyak mentah tercepat di Asia. Namun, di sisi lain 30% dari total konsumsi energi primer Indonesia masih bersumber dari impor sehingga telah menempatkan Indonesia ke dalam daftar negara net importir minyak.

Secara geopolitik, terjadinya gejolak di Timur Tengah akan menimbulkan kondisi yang kurang menguntungkan bagi pasokan minyak ke Indonesia.

"Resiko ini harus kita sikapi secara pro aktif dengan upaya mengurangi kebergantungan pada minyak dan segera beralih ke sumber energi alternatif, seperti gas alam, gas non konvensional, dan energi baru terbarukan yang cadangannya di Indonesia masih sangat menjanjikan," tutur Karen.

Selain dilimpahi gas alam, Coalbed Methane (CBM) atau gas methane batu bara merupakan gas serbaguna yang mampu memenuhi kebutuhan berbagai macam pasar dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu setengan dari harga minyak diesel. Apalagi posisi cadangannya merupakan yang terbesar ke-6 di dunia. Indonesia dapat secara bertahap mengembangkan CBM dan Pertamina telah merencanakan investasi US$1,5 miliar untuk 200 sumur eksplorasi CBM dalam 5 tahun ke depan.

Cepat atau lambat Indonesia dan juga negara dunia lainnya harus mengucapkan selamat tinggal pada minyak sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik. "Pemerintah telah pula merencanakan untuk memperbesar porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, dari 10 juta ton setara minyak saat ini menjadi 99 juta ton setara minyak pada 2025," ujarnya. [mel]

Komentar

x