Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 01:18 WIB
 

Batasi Subsidi BBM Orang Kaya

Pengamat: Perhatikan Disparitas Harga Premium

Oleh : Ranto Rajagukguk | Jumat, 12 April 2013 | 17:26 WIB
Pengamat: Perhatikan Disparitas Harga Premium
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) dari Universitas Indonesia (UI) menyebutkan opsi mengurangi subsidi bagi kalangan menengah ke atas akan berdampak signifikan bagi anggaran subsidi energi.

Pasalnya, jumlah subsidi di sektor energi hingga kini sudah mencapai Rp300 triliun dalam APBN 2013. Karena itu, jika pemerintah menetapkan sejumlah opsi pengendalian khusus bagi kalangan menengah ke atas, maka akan cukup menguntungkan bagi kesehatan anggaran.

"Berdasarkan penelitian di 2011, jumlah pengguna mobil pribadi mencapai 60%. Sedangkan pengguna sepeda motor sebesar 34% dan angkutan umum 4%. Artinya lebih banyak dikonsumsi menengah atas," tutur Peneliti LPEM UI, Uka Wikarya di Jakarta, Jumat (12/4/2013).

Meski begitu, ia belum mengetahui secara signifikan efektifitas pengendalian ini jika diakumulasikan penghematannya. Menurut dia, dengan ada pemisahan pelayanan dan harga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maka akan menekan konsumsi bagi kalangan menengah atas.

Namun, Uka juga memberi perhatian khusus mengenai kebocoran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Hal ini seiring tingginya disparitas harga dengan BBM nonsubsidi. Karena itu, pemerintah diharapkan terus melakukan upaya pengawasan BBM subsidi secara sistemik dan terprogram.

"Yang jelas pengawasan juga harus ada. Jangan sampai nanti juga ada angkutan umum yang isi berulang-ulang tetapi justru untuk dijual kembali. Hal seperti ini yang perlu diperhatikan ke depan," tutur Uka.

Sebelumnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sedang menggodok opsi pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan melakukan pengurangan subsidi pada mobil pribadi. Rencana tersebut akan direalisasikan segera.

"Kami sudah kerucutkan untuk mengurangi subsidi untuk kelas menengah atas. Itu yang akan diperdalam nanti," katanya. Rencananya akan ada kebijakan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis premium dengan dua mekanisme harga, yakni harga bagi kelas menengah ke atas, dan untuk kelas menengah bawah. [hid]

Komentar

x