Find and Follow Us

Sabtu, 25 Januari 2020 | 06:07 WIB

YLKI: BBM Dua Harga Picu Konflik Sosial

Oleh : Ranto Rajagukguk | Sabtu, 27 April 2013 | 14:40 WIB
YLKI: BBM Dua Harga Picu Konflik Sosial
(Foto : inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dengan sistem dua harga, akan memicu konflik sosial di masyarakat.

"Dual price sangat menyulitkan konsumen dan memicu konflik sosial di masyarakat. Ini merupakan kebijakan yang tidak tepat guna," kata Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Sabtu (27/4/2013)

Menurut Tulus, dengan penerapan dua harga BBM subsidi dalam satu produk, masyarakat pun akhirnya menjadi kebingungan. Indikasi ini terjadi ketika teknis pengisian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di mana konsekuensi kurangnya informasi mengenai adanya mekanisme dua harga antara Rp4.500 dan Rp6.500.

"Efek dari ketidak kejelasan kebijakan ini saya yakin, pemerintah tidak menyadari atau pura-pura tidak mengtahui single price atau dual price banyak dampaknya," tutur Tulus.

Untuk itu, pihaknya menyarankan agar langkah penetapan mekanisme dua harga ditiadakan. Sebagai gantinya pemerintah dinilai perlu membuat kebijakan penaikan BBM subsidi dengan satu harga.

"Pilihan yang baik dengan single price saja. Kalau double price sangat menyulitkan konsumen. Bentuk penyimpangan juga banyak mengarah di sektor transportasi seperti angkutan umum yang sengaja membeli kemudian menjual kembali. Ditambah pasti menimbulkan SPBU liar dimana-mana," ujar Tulus. [Ast]

Komentar

x