Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 06:55 WIB

Rating Turun, Seiring Penurunan Ekonomi Nasional

Oleh : Haris Marseno | Kamis, 2 Mei 2013 | 21:11 WIB
Rating Turun, Seiring Penurunan Ekonomi Nasional
(Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Keputusan Lembaga pemeringkat Standart & Poors yang merevisi rating Indonesia sejalan dengan penurunan perekomonian sekarang ini.

S&P pun lebih memilih Filipina untuk berada dalam status Investment Grade dengan outlook stabil. Sedangkan Indonesia menjadi stabil dari outlook positif. "Menurunnya ekspor (Indonesia) dalam satu tahun ini menyebabkan investasi asing ke dalam negeri ikut menyusut, dan menganggu neraca keuangan pemerintah," ujar ekonom UGM, sri Adiningsih kepada INILAH.COM, Kamis (2/5/2013).

Hilangnya predikat investment grade juga disebabkan oleh penurunan kebijakan moneter dan fiskal. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan neraca pemerintah sehingga memicu terjadinya peningkatan inflasi serta ketidakstabilan industri perbankan. "Secara otomatis akan menganggu nilai rupiah," ujarnya

Selain itu, penurunan rating karena meningkatnya beban subsidi BB. Apalagi sekarang merupakan tahun politik dengan kecenderungan maraknya praktik korupsi.

Hari ini, lembaga pemeringkat internasional Standard and Poors (S&P), yang melakukan afirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level 'BB+' long-term dan 'B' short-term serta merevisi outlook Republik Indonesia menjadi stabil dari positif.

Dalam siaran persnya, S&P menyatakan bahwa posisi rating tersebut didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam dekade terakhir, pengelolaan fiskal yang berhati-hati dan beban utang pemerintah yang rendah.

Namun demikian, Agost Bernard, analis utama S&P untuk Indonesia menyatakan bahwa terdapat pelemahan implementasi kebijakan yang mengurangi dukungan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan kondisi perekonomian secara umum. Di samping itu, kondisi eksternal perekonomian juga mengalami kerentanan yang ditunjukkan oleh defisit transaksi berjalan serta peningkatan utang luar negeri sektor swasta. [hid]

Komentar

Embed Widget
x