Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 23:02 WIB

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi 6,2% Lebih Realistis

Oleh : M.Harismarseno | Sabtu, 25 Mei 2013 | 17:00 WIB
Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi 6,2% Lebih Realistis
Pertumbuhan ekonomi - (Foto : ilustrasi)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi yang direvisi menjadi 6,2% dan inflasi melonjak menjadi 7,2% dari asumsi sebelumnya 4,9% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) dinilai sangat realistis dan dapat dicapai.

"Saya melihat target pertumbuhan ekonomi yang diubah menjadi 6,2 persen dan inflasi menjadi 7,2 persen lebih realistis dan cenderung bisa dicapai," ujar Ekonom David Sumual, saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (25/5/2013).

Lebih lanjut ia mengatakan, kenaikan inflasi mencapai 7,2% didorong dari nilai tukar Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan Indonesia Price Crude (ICP) menjadi US$108 per barel dari sebelumnya US$100 per barel.

"Melihat dari beberapa faktor antara lain Indonesia Price Crude (ICP) menjadi US$108 per barel dari sebelumnya US$100 per barel. Lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi 9.700 dari sebelumnya 9.300. Lifting minyak di 2013 diperkirakan sebesar 840 ribu barel/hari, padahal asumsi sebelumnya 900 ribu barel/hari. Hal ini menjadi faktor inflasi meningkat hingga 7,2 persen," tutur David. [mel]

Komentar

Embed Widget
x