Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 17:43 WIB

Ekonomi Asia Masih Sulit Melaju

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 30 Juni 2013 | 00:08 WIB

Berita Terkait

Ekonomi Asia Masih Sulit Melaju
(Foto : istimewa)

INILAH.COM, London - Negara berkembang masih akan mendapat pukulan berat bila perkiraan HSBC terhadap pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan tetap lamban.

Sebab permintaan terhadap produk ekspor dari negara maju masih sepi. Pemulihan ekonomi pun masih memerlukan waktu panjang.

HSBC pada Jumat (28/6/2013) kemarin memangkas proyeksi pertumbuhan global dengan perlambatan ekonomi China dan berkurangnya stimulus moneter dari Federal Reserve AS dari US$85 miliar per bulan.

Prpyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini turun menjadi 2,2 persen dan 2,6 persen di tahun depan. "Kami mengkas 0,8 poin untuk proyeksi tahun 2013 dan 0,5 poin untuk tahun 2014," tulis HSBC dalam laporan resminya.

Kondisi China mendominasi alasan untuk menurunkan proyeksi tersebut. Sebab memberikan risiko ekonomi jangka pendek.

Pertumbuhan ekonomi di negara berkembang Asia, Amerika Latin dan Eropa sedang melamban menjadi 4 pesen pad akuartal pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Padahal menurut data Capital Economics pasar negara berkembang pada dekade terakhir tumbuh rata0rata 6,4 persen.

Kondisi neraca pembayaran negara di Asia sedang memburuk. Pengendalian inflasi memperburuk pertumbuhan. Dampak pelonggaran kuantitatif Fed sedikit membantu mereka selama ini.

Baik HSBC dan Capital Economis sama-sama memperingatkan ketergantungan pasar komoditas dari negara kembangan terlalu mengandalkan pasar Eropa. Padahal permintaan mereka sangat rentan. Hal ini seiring dengan lesunya permintaan global dan menurunnya harga di pasar komoditas seperti minyak mentah, emas dan lainnya.

Kebijakan China harus lebih fokus terhadap kualitas daripada kuantitas. Hal ini untuk mengatasi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dalam jangka pendek.

Selain itu juga harus mempersiapkan pondasi dengan periode ekspansi ekonomi yang kuat untuk ekonomi jangka menengah. Beberapa alternatif seperti memperbaiki sisi penawaran dengan biaya yang lebih rendah.

Untuk pertumbuhan ekonomi China, HSBC memperkirakan akan tumbuh sebesar 7,4 persen di tahun ini dan 7,5 persen di tahun depan. Sementara untuk negara anggota BRIC, HSBC memproyeksikan untuk Brazil tahun ini pertumbuhan ekonominya menjadi 2,4 persen dan 3 persen untuk tahun depan.

India tahun ini akan 5,1 persen dari sebelumnya 5,5 persen. Untuk tahun depan bisa 6,5 persen dari asumsi awal 6,9 persen.

Komentar

x