Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 04:01 WIB

Tak Heran Hendar Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

Oleh : Mahbub Junaedi | Selasa, 9 Juli 2013 | 21:23 WIB
Tak Heran Hendar Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Hendar, Deputi Gubernur Bank Indonesia - (Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Komisi XI DPR RI telah memilih Hendar sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru melalui mekanisme voting. Sementara Muliaman D Hadad, telah pindah tugas setelah terpilih menjadi ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menanggapi terpilihnya Hendar sebagai Deputi Gubernur BI, Wahyu Perdana Santosa, Direktur Riset Keuangan Lembaga Swadaya Masyarakat Sabang-Merauke Circle menilai sebagai pejabat karier Hendar memang punya rekam jejak dan keahlian di bidang moneter cukup baik. Dan, kualitas antara dia dengan mantan Deputi BI Perry Warjio tak jauh berbeda. Jadi wajar saja kalau dia meraih suara terbanyak dalam voting di Komisi XI.

"Secara pricing moneter, Hendar lebih bagus ketimbang kandidat lain. Sementara Perry analisisnya," kata Wahyu kepada INILAH.COM, Selasa (9/7/2013).

Menurut Wahyu, Hendar, memang dikenal cukup mumpuni dalam penekanan analisis di bidang moneter. Apalagi, setelah ditinggalkan Muliaman D Hadad yang akan pindah tugas ke OJK, dialah salah satu kandidat terbaik.


Dalam voting, Hendar yang sebelumnya menjabat Direktur Pengelolaan Moneter BI meraih 24 suara menyisihkan dua pesaing lainnya yaitu, Direktur Eksekutif Pengelolaan Devisa BI, Tresna W Suparyono dengan 18 suara dan Mulya E. Siregar 5 suara. Dari total suara, ada satu yang tidak sah.

Sepekan lalu dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI, Hendar menyatakan akan lakukan regenerasi kepemimpinan di jajaran bank sentral dengan menempatkan banyak pekerja muda dan berkualitas di dalam kepengurusannya. Sebagai gantinya, para pegawai senior akan dipindah-tugaskan ke sejumlah jawatan milik pemerintah.

Pernyataan Hendar seperti gayung bersambut. Pasalnya, sejumlah anggota Komisi XI DPR RI memang menyesalkan minimnya proses regenerasi Sumber Daya Manusia (SDM) di BI. Saat ini saja, jajaran teratas lebih banyak diisi pegawai uzur berusia 50 tahun lebih, termasuk salah satunya dewan gubernur.

Pada sisi lain, Hendar juga menitikberatkan perhatiannya pada persoalan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah menyumbang 38 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB). Nantinya menurut Deputi Gubernur baru ini, BI akan membentuk Departemen baru yang mengurusi UMKM dan mengalokasikan 20% pembiayaan perbankan pada sektor ini.

Mengenai hal itu, Wahyu menilai bank belum tentu sepakat karena ada prinsip kehati-hatian dan profesional. "BI seharusnya kasih pelatihan kepada pelaku UMKM bagaimana caranya membuat usahanya bankable," jelas Wahyu. [tjs]

Komentar

Embed Widget
x