Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 06:00 WIB

KESDM Apresiasi Pembangunan Smelter di Kalbar

Oleh : Ranto Rajagukguk | Rabu, 17 Juli 2013 | 16:10 WIB
KESDM Apresiasi Pembangunan Smelter di Kalbar
Wakil Menteri ESDM,Susilo Siswoutomo - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo memberi apresiasi kepada pengelola swasta yang siap membangun smelter alumina di Ketapang, Kalimantan Barat.

"Pemerintah sangat mendukung pembangunan smelter ini. Bahkan jika diperlukan, pemerintah akan memberikan sejumlah insentif, misalnya pembebasan bea masuk untuk impor alat berat dan sebagainya," ujar Susilo dalam keterangan resmi KESDM di Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Investasi pembangunan smelter ini memakan biaya sebesar US$1 miliar. Perusahaan yang masuk ke pembangunan strategis ini adalah Harita Group dengan bekerja sama oleh perusahaan asal Tirai Bambu China Hong Qiao. Pembangunan smelter ini akan dibagi menjadi dua tahap. Pertama dibangun dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dan akan beroperasi di 2015.

Ada pun tahap kedua dengan penambahan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun yang akan beroperasi di 2017. "Otomatis total kapasitas produksi pengolahan alumina yang akan dijalankan mencapai 2 juta ton per tahun," ujar CEO Harita Group Lim Gunawan Haryanto.

Menurut Lim, yang melakukan pengembangan smelter itu adalah anak usaha Harita Group melalui joint venture China Hong Qiao yaitu PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW). "Pemegang saham mayoritas adalah China Hong Qiao. Namun meskipun Harita hanya memiliki saham 25%, kami bangga bisa menarik investor asing," ujar Lim. [mel]

Komentar

Embed Widget
x