Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 02:32 WIB

Menkeu: Defisit Perdagangan Dapat Capai 2%

Oleh : Wiyanto | Senin, 19 Agustus 2013 | 16:33 WIB
Menkeu: Defisit Perdagangan Dapat Capai 2%
Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri - (foto:inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta -Defisit neraca perdagangan akan terus berlanjut sampai akhir tahun 2013. Defisit neraca perdagangan atau current account dapat sampai 2% saja.

"Anda bicara current account atau keduanya? Keduanya ya? Saya rasa akan defisit. Tapi overall masih akan defisit,tapi tidak tinggi, sekitar 2%," ujar Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri di Badan Koordinasi Penanaman Modal, Senin (19/8/2013).

Alasan Chatib defisit sekitar 2%, karena pada kuartal ketiga dan keempat impor minyak akan menurun. Defisit akan semakin tinggi bila pada dua kuartal berikutnya impor tidak turun. "Karena di kuartal ketiga, impor minyak sudah mengalami penurunan. Kuartal 4 trennya akan begitu lagi. Ekspor kan kalau comodity price nya turun,langsung turun. Impor kan ga bs diturunkan seketika. Sedangkan impor kita adalah mesin, harganya tidak berubah. Komoditas kan berubah. Jadi,penurunan ekspor lebih tajam daripada impor. Itu yang sebabkan current account kita overshoot," kata Chatib.

Chatib memprediksi, defisit masih terus terjadi pada 2014 namun akan lebih rendah dari 2013. Malahan Chatib berharap neraca perdagangan ini dapat surplus.

"Alasannya harga komoditas masih jatuh. Karena China hanya tumbuh 7,7%. Kmudian India,perkiraannya pertumbuhan ekonominya 4,8%,dia masih bisa lebih rendah lagi. Padahal yang beli batubara itu India dan China. Kalau itu turun,ekspor kita terpukul. Di sisi lain, investasi kita masih tumbuh 5-6% karena impor barang modalnya masih tumbuh. Tapi,dengan (subsidi) BBM yang dikurangi ini,bisa membantu mengurangi impor," tutur Chatib. [mel]

Komentar

Embed Widget
x