Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 17:58 WIB

Kementan Lirik Impor Sapi Betina Produktif

Oleh : Wiyanto | Senin, 19 Agustus 2013 | 19:22 WIB
Kementan Lirik Impor Sapi Betina Produktif
Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan - (foto:inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Untuk tahun depan Kementerian Pertanian melirik importasi sapi betina produktif.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan ruang impor sapi betina produktif yang agaknya tidak akan menghabiskan cadangan devisa. Nilai tambah sapi betina produktif lebih besar dibanding impor daging beku, sapi bakalan dan sapi siap potong.

"Loncatan tahun depan adalah memberi ruang untuk impor sapi betina produktif. Jadi kalau bicara level import kita, yang buruk adalah impor daging beku. Ukurannya kita tidak dapat apa-apa, cadangan devisa habis, tidak ada nilai tambah sedikitpun," ujar Rusman di Jakarta, Senin (19/8/2013).

Menurut Rusman, budi daya sapi betina produktif merupakan yang terbaik buat Indonesia pada tahun mendatang. Tantangan impor sapi betina produktif, Rusman mengakui sangatlah sulit. Namun ini satu-satunya jalan meningkatkan populasi sapi di Indonesia.

"Makanya kita mau coba deal dengan Kementerian Pertanian Australia soal impor sapi betina yang selektif dan produktif tinggi. Kita minta izin ada tim untuk seleksi sapi itu, pengalaman sebelumnya impor sapi betina produktif itu setelah melahirkan sekali langsung mandul. Terus jadi sapi potong lagi, maunya ya 5-6 kali lah, nggak tahu apakah Australia enggan kasih yang bagus-bagus," ungkap Rusman.

Rusman belum berfikir mencari alternatif sapi betina produktif kenegara selain Australia. Memang ada newzeland tapi di negera itu bukan sapi yang populer. Untuk Brazil memang ada sapi, tetapi Indonesia masih sanksi mengambil sapi dari negara yang terkenal dengan pemain sepak bola kelas dunia.

"Kalau New Zealand core bisnisnya banyak yang ke domba dan sapi perah. Kalau sapi potong ya Australia, ada juga dengan Brazil, tapi kan belum boleh karena alasan tertentu, Brazil juga bagus sih," jelas Rusman.

Rusman berharap pada sapi betina produktif yang akan diimpor dan dibudidayakan di Indonesia bisa melahirkan sampai enam kali. Rusman tidak ingin sapi betina yang diimpor hanya melahirkan sekali saja.

"Ya, kala bisa jutaan, kalau bisa satu juta sapi betina. Tiap tahun bisa lahir, kan bisa nambah sejuta, kalau bisa melahirkan enam kali dalam enam tahun, kan lumayan. jangan cuma sekali lahir langsung mandul," harap mantan Kepala BPS ini. [hid]

Komentar

x