Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:46 WIB

Pemerintah Bidik Pajak Smartphone

Oleh : Wiyanto | Rabu, 4 September 2013 | 17:34 WIB
Pemerintah Bidik Pajak Smartphone
Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi - IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah masih memperdebatkan smart phone untuk dijadikan kategori barang mewah yang pajaknya dinaikan sampai 150% untuk pemasukan kas negara.

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengatakan perdebatan smart phone menjadi menarik lantaran barang elektronik tersebut sudah menjadi pegangan masyarakat luas sampai ke pedesaan.

"Masih dicoba dilihat apakah smart phone masuk dalam barang mewah. Itu masih dalam diskusi, karena definisi smart phone itu sedang kita kaji dengan sebaik- baiknya. Sebab alat telekomunikasi itu kebutuhan masyarakat juga," ujar Bayu di Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu (4/9/2013).

Pemerintah menghapus Pajak Penghasilan Nilai Barang Mewah (PPnBM) kepada enam barang mewah yang kini bukan lagi termasuk kategori mewah. Penghapusan untuk mengantisipasi gejolak ekonomi dengan memberikan kebijakan salah satunya insentif fiskal.

Beberpa barang-barang yang tidak lagi dikenakan PPnBM di antaranya.
1. Peralatan rumah tangga dengan batasan harga di bawah Rp5 juta atau Rp10 juta.
2.Pesawat penerima siaran televisi dengan batasan harga dan ukuran di bawah Rp10 juta dan 40 inchi.
3. Lemari pendingin dengan batasan harga di bawah Rp10 juta.
4. Mesin pengatur suhu udara atau AC di bawah harga Rp8 juta.
5. Pemanas air dan mesin cuci dengan batasan di bawah Rp5 juta.
6. Proyektor dan produk saniter dengan batasan harga di bawah Rp10 juta. [hid]

Komentar

Embed Widget
x