Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 08:31 WIB

Inilah Hasil Raker DPR Tentang RAPBN Sektor Migas

Oleh : Ranto Rajagukguk | Rabu, 4 September 2013 | 17:39 WIB
Inilah Hasil Raker DPR Tentang RAPBN Sektor Migas
Ketua Komisi VII, Sutan Bhatoegana - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 sub sektor minyak dan gas bumi (migas) yang diajukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ketua Komisi VII, Sutan Bhatoegana meyebutkan Indonesia Crude Price (ICP), disepakati berkisar antara US$100-115 per barel, produksi lifting minyak bumi 870 ribu barel per hari (bph) lifting gas bumi 1.240.000 barel oil ekuivalen per day (boepd).

"Maka total lifting migas 2,1 juta barel oil ekuivalen per day (boepd). Volume BBM subsidi, ditetapkan sebesar 48-51 juta kilo liter (kl) dan elpiji 3 kg sebanyak 4,753 juta ton. Sementara subsidi BBM, ditetapkan Rp3.000 per liter untuk biodiesel dan Rp 3.500 per liter untuk bioethanol," ucap Sutan di Gedung DPR, Rabu (4/9/2013)

Ada pun subsidi LGV Rp1.500 per liter dan alpha BBM bersubsidi ditetapkan sesuai dengan Formula APBN-P 2013. Kesepakatan antara pemerintah diwarnai beberapa catatan yaitu Fraksi PDI-Perjuangan mengusulkan lifting minyak bumi sekitar 840.000 hingga 870.000 barel per hari dan volume BBM bersubsidi 42-52 juta kl.

Fraksi PKS mengusulkan volume minyak tanah di bawah 1 juta KL. Terkait pembahasan ICP dan volume BBM subsidi, dalam bentuk range. Catatan lainnya, Komisi VII meminta Menteri ESDM untuk menyampaikan data-data yaitu penyerapan BBN oleh PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) serta data lifting migas yang dialokasikan untuk kebutuhan domestik untuk PT PLN, industri dan transportasi.

Selain itu, data terbaru untuk masing-masing KKKS di seluruh Indonesia. [hid]

Komentar

x