Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 08:30 WIB

Pameran Produk Kreatif APEC Incar Omset Rp10 M

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Rabu, 4 September 2013 | 21:55 WIB
Pameran Produk Kreatif APEC Incar Omset Rp10 M
Menteri Koperasi dan UKM RI Syarif Hasan - (Foto : inilah.com/Dewa Putu Sumerta)
facebook twitter

INILAH.COM, Nusa Dua, Indonesia sebagai sebagai tuan rumah Pameran Produk Kreatif dalam Forum APEC di Nusa Dua, Bali, diprediksi akan menyedot pengunjung sebanyak 30 ribu orang dan diprediksi transaksi ritel dan order sekitar Rp 10 miliar perhari.

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM RI Syarif Hasan ketika ditemui di sela-sela peninjauan Pameran Produk Kreatif dalam Forum APEC di BNDCC Nusa Dua, Rabu (4/9/2013).

Menurutnya, Indonesia sebagai sebagai tuan rumah pertemuan para menteri UKM negara-negara anggota APEC sama sekali tidak akan menyia-nyiakan moment penting tersebut. Dalam moment tersebut, Indonesia mengadakan pameran produk-produk UKM, khususnya produk yang masuk dalam sub sektor industri kreatif.

"Inilah saat yang tepat bagi Indonesia untuk memamerkan atau menunjukkan produk-produk industri kreatif kita kepada negara-negara anggota APEC dan sebaliknya. Kita juga bisa melihat jika produk-produk kita diakui oleh negara-negara anggota APEC," ujar Syarif.

Ketua harian Partai Demokrat itu mengaku pameran ini melibatkan 179 UKM dan fasilitas yang disiapkan cukup banyak yakni sekitar 200 stand yang di dominasi Indonesia. Dan sisanya baru diambil oleh beberapa negara anggota lainnya seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Taiwan, Rusia, Korsel, dan Hongkong.

Pameran itu, kata Syarif, dibagi dalam beberapa zona seperti green product, heritage product, food and beverage. "Pameran ini diprediksi akan menyedot pengunjung sebanyak 30 ribu orang dengan prediksi transaksi ritel dan order sekitar Rp 10 miliar sehari," ucap Sayrif optimis.

Suami artis cantik, Ingrid Tansil itu menuturkan pameran industri kreatif UKM tersebut, produk-produk asal Indonesia mendominasi di berbagai stand pameran di Nusa Dua, Bali. Sementara, produk-produk yang dipamerkan mulai dari fashion, tenun ikat, produk kerajinan, hingga berbagai produk souvenir dan obat-obatan herbal.

"Daya saing produk kreatif dari sektor UKM kita sudah luar biasa. Kita sudah mampu bersaing dengan produk-produk yang sama dari berbagai negara. Kualitasnya juga sudah bersaing ketat. Tinggal bagaimana caranya meningkatkan pasarnya saja," paparnya.

Bagi Syarif, produk industri kreatif dari berbagai UKM tersebut hampir sama di seluruh negara-negara anggota APEC dimana mampu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang sangat besar. Pada tahun 2012, struktur perekonomian Indonesia tetap didominasi sektor industri kreatif sebesar 7 persen.

"Subsektor industri kreatif yang memberikan kontribusi terbesar adalah produk fashion sebanyak 44,3 persen, disusul sektor kerajinan 24,8 persen. Potensi tersebut diyakini bisa dikembangkan melalui peningkatan daya saing produk dan akses pasar, khususnya produk kreatif yang dihasilkan melalui koperasi dan UKM," ungkapnya. [hid]

Komentar

x