Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 08:47 WIB

China Usul Spekulasi Fed Jadi Agenda Utama G20

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 5 September 2013 | 18:23 WIB
China Usul Spekulasi Fed Jadi Agenda Utama G20
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Rusia - Pemerintah Rusia dan China memperingatkan anggota Kelompok G20 untuk mewaspadai dampak berakhirnya program pembelian aset atau tapering The Fed terhadap ekonomi global.

Mereka bertemu mejelang KTT Kelompok G20 di Rusia. China menemui Rusia sebagai tuan rumah untuk menyamakan isu yang akan menjadi agenda utama. Walaupun saat ini berkembang isu tentang krisis politik di Suriah yang berpotensi menyebar ke kawasan lain.

Pertemuan kelompok G20 pada 5-6 September pekan ini di StPetersburg, Rusia. Pertemuan ini melibatkan 90 persen kekuatan ekonomi dunia. Sebelumnya sempat berkembang spekulasi agenda utama akan lebih mencermati respon AS yang ingin memberikan sanksi ke Suriah tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB.

Wakil Menkeu China, Zhu Guangyao spekulasi pengurangan stimulus moneter AS telah meluas menjadi isu global. Dia mendesak AS untuk memberikan perannya dalam melakukan stabilisasi pasar keuangan global. Dengan demikian proses pemulihan ekonomi global menjadi lebih stabil.

Namun, Guangyao belum melihat perlunya bailout bagi negara yang mengalami kesulitan keuangan. Isu tersebut belum menjadi pembicaraan menjelang pertemuan kelompok BRICS (Brazil, Russia, India, China and South Africa). Demikian juga dengan India, yang diduga mengalami tekanan terhebat belum mendekati BRICS dengan masalah tersebut.

Guangyao menilai negara yang mengalami pelarian modal asing memiliki fundamental ekonomi cukup lemah. Hal ini menunjukkan faktor internal dan eksternal membawa negara tersebut dalam masalah.

Spekulasi keputusan Ben Bernanke mengurangi program pembelian obligasi telah memaksa dolar keluar dari pasar negara berkembang sehingga menjatuhkan bursa saham dan pasar obligasi. Nilai stimulus Fed saat ini sebesar US$85 miliar per bulan telah lama masuk ke negara berkembang.

Pemerintah India juga mengharapkan dukungan G20 untuk menggalang kekuatan menghadapi kebijakan The Fed. "Saya pikir harus ada pernyataan resmi dari G20 terhadap dampak tersebut. Hal itu akan menenangkan pasar di negara berkembang," kata Sekretaris Menkeu India, Arvind Mayaram.

Komentar

Embed Widget
x