Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 02:24 WIB

Impor Sapi Betina Produktif Banyak Peminat

Oleh : Wiyanto | Jumat, 6 September 2013 | 00:07 WIB
Impor Sapi Betina Produktif Banyak Peminat
(Foto : inilah.com/Syamsuddin Nasoetion)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan banyak peminat untuk mengimpor sapi indukan atau sapi betina produktif.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Syukur Irwantoro mengatakan, peminat sapi indukan banyak karena harganya yang murah. Sekaligus dapat dikembang-biakan untuk mendapatkan anak sapi. "Sapi siap potong itu akan kita impor kalau kondisi emergency. Sapi bakalan seperti biasa ya. Kalau sapi indukan bisa kapan saja diimpor harganya tidak terlalu mahal, itu sekitar Rp8- Rp11 juta sudah sampai di Indonesia," ujar Syukur, Kamis (5/9/2013).

Syukur menerangkan, untuk yang berwenang yang melakukan impor sapi indukan bukan hanya feedloter atau tempat penggemukan. Akan tetapi siapa saja yang mau dipersilahkan bahkan peminatnya banyak. "Dengan dibukanya sapi indukan peminatnya banyak sekali, tidak hanya feedlotter, siapa saja. Kan kalau sapi siap potong langsung dipotong, sapi bakalan digemukkan dulu baru dipotong. Sapi indukan ini dikembangbiakkan, kan bisa melahirkan 2-3 ekor anak sapi dan melahirkan 2-3 kali. Sapi indukan ini untuk pengembangbiakkan, untuk meningkatkan populasi," kata Syukur.

Sapi indukan, menurut Syukur, salah satunya bisa diintegrasikan dengan perkebunan kelapa sawit. Pemilik perkebunan kelapa sawit juga diperbolehkan melakukan importasi sapi indukan. Integrasi ini mampu menghemat biaya, pasalnya pakan sapi berasal dari daun kelapa sawit. Kotoran sapi dapat digunakan pupuk alami.

Namun ada sedikit kendala teknis, tambah Syukur ini akan dibicarakan dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) dan dinas di daerah. Sebabnya perkebunan kelapa sawit ijinya hanya untuk sawit bukan dengan sapi. " Nah sekarang itu sedang dibicarakan insentif dengan kawan-kawan di BKPM untuk melaksanakan itu," tutur Syukur. [mel]

Komentar

x