Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 16:20 WIB

Pepaya Tanpa Harga Referensi

Oleh : Wiyanto | Minggu, 8 September 2013 | 09:23 WIB
Pepaya Tanpa Harga Referensi
(Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Pertanian menyatakan buah-buahan yang panen sepanjang tahun tidak digunakan harga referensi, seperti buah pepaya. Berbeda dengan buah-buahan yang tidak panen sepanjang tahun menggunakan harga referensi.

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim mengatakan harga referensi diterapkan pada buah yang penennya ditentukan musim. "Ada yang sepanjang tahun panennya melon dan pepaya, semangka. Nah itu nggak butuh harga referensi," ujar Hasanudin di Jakarta, Sabtu (7/9/2013).

Menurut Hasanudin, harga referensu sudah dijelaskan oleh Kementerian Perdagangan. Bahkan kedua menteri yaitu Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Perdagagan Gita Wirjawan menyepakati harga referensi.

"Kita Fahami dan sudah dirilis kemendag kita menggunakan harga referensi. Harga referensi ini ditetapkan menteri perdagangan. Buah-buahan panen dua bulan sebelum panen dan dua bulan setelah panen raya, kita tahu, buah-buahan tropis yang eksotis panen di september-januari puncaknya," jelas Hasanudin.

Pemerintah dihimbau mengutamakan produk buah lokal untuk dipasarkan di dalam negeri. Untuk buah impor diusahakan dibatasi peredarannya.

Rasyid Hidayat, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, mengatakan itu sebagai upaya membantu petani buah lokal. "Kalau mau melakukan impor terhadap buah harus mendapatkan izin pemasukan barang," ujar Rasyid. [hid]

Komentar

x