Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:22 WIB

Lelang Gula Rafinasi Bikin Kegaduhan Baru

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 28 September 2017 | 13:55 WIB

Berita Terkait

Lelang Gula Rafinasi Bikin Kegaduhan Baru
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kembali disorot lewat kebijakan lelang Gula Kristal Rafinasi (GKR). Awal kegaduhan baru.

Hal tersebut dikatakan pengamat ekonomi Faisal Basri dalam diskusi bertajuk Lelang Gula Kristal Rafinasi, Solusi atau Distorsi di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Rabu (27/9/2017). "Pertumbuhan ekonomi sedang melambat jangan bikin gaduh," kata Faisal.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) ini lantas mengibaratkan, kondisi ini tak ubahnya berjalan di jalan raya dengan lambat. Tiba-tiba di depan ada polisi tidur yang bikin kaget pengguna kendaraan. "Kebijakan lelang gula rafinasi ini kayak polisi tidur," kata mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini.

Padahal, lanjut Faisal, transaksi gula rafinasi melalui mekanisme lelang, bertujuan menyederhanakan transaksi serta menekan harga. Namun, apabila transaksi langsung antara penjual dan pembeli sudah efisien, maka aturan lelang ini merupakan sebuah distorsi.

Hal ini, kata Faisal, berpotensi menciptakan UKM jadi-jadian, ketimbang mengawasi 11 pabrik rafinasi, atau industri makanan dan minuman besar. "Tujuan keberadaan lelang sangat lemah dan menciptakan praktek pemburuan rente baru," ujar Faisal.

Selain itu, kebijakan tersebut lanjut Faisal tidak sejalan dengan prioritas pemerintah yang sedang memperkuat iklim investasi di Indonesia. Salah satunya adalah menambah rantai birokrasi menjadi semakin panjang dalam pengadaan GKR bagi industri pengguna GKR yang notabene adalah industri makanan dan minuman.

Sekadar informasi, pemerintah memundurkan pelaksanaan lelang gula rafinasi menjadi 8 Januari 2018. Awalnya, lelang gula rafinasi diagendakan pada 1 Oktober 2017.

Aturan lelang gula rafinasi ini, tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40/M-DAG/PER/6/2017 tentang perubahan atas peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang perdagangan gula kristal rafinasi melalui pasar lelang komoditas. [ipe]

Komentar

x