Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 06:53 WIB

Paruh Pertama, 21,3T Gula Rafinasi Bocor ke Pasar

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 28 September 2017 | 16:58 WIB
Paruh Pertama, 21,3T Gula Rafinasi Bocor ke Pasar
Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Syahrul Mama - (Foto: kemendag)

INILAHCOM, Jakarta - Semester I-2017, sebanyak 21,3 ton Gula Kristal Rafinasi (GKR) merembes ke pasar. Jelas-jelas gula ini, tak boleh dijual di pasar namun untuk keperluan industri makanan dan minuman (mamin).

Hal tersebut diketahui setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pemusnahan barang sitaan tersebut dari sejumlah gudang di Jawa Barat, pada Kamis (28/9/2017).

"Hasil dari pengawasan yang dilakukan oleh petugas tertib niaga pada semester 1 tahun 2017. Distribusi gula (GKR) yang merembes ke pasar," kata Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Syahrul Mama di Halaman Parkir Kemendag, Jakarta.

Sementara, Sekretaris Jenderal Kemendag Karyanto Suprih mengatakan, pemusnahan kali ini, menjadi bentuk peringatan agar para pelaku usaha taat aturan.

Rembesnya gula GKR ini, kata Karyanto, merupakan bukti bahwa banyak pengusaha yang masih bandel dan tidak mengikuti aturan pemerintah.

"Untuk pelaku pembocoran (GKR) ini kan dari industri mamin jadi tidak disuplai lagi disetop karena dia telah membocorkan gula rafinasi yang tidak boleh beredar yang dikhususkan untuk industri mamin," kata Karyanto.

Karyanto menjelaskan, stok yang telah dimusnahkan siang ini berasal dari 3 perusahaan importir gula rafinasi. Namun Karyanto enggan memberikan detil nama perusahaan importir yang dimaksud.

Selain 21,3 ton gula rafinasi, Kemendag juga memusnahkan 47,9 ton daging beku impor kedaluwarsa. [ipe]

Komentar

x