Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 23:12 WIB

Lelang Gula Rafinasi Tahun Depan, Aturan Dipermak

Oleh : - | Jumat, 29 September 2017 | 03:39 WIB
Lelang Gula Rafinasi Tahun Depan, Aturan Dipermak
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah akan melengkapi regulasi terkait lelang gula kristal rafinasi (GKR) pada 8 Januari 2018. Demi menjamin pasokan bahan baku bagi industri skala kecil dan menengah.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bachrul Chairi mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden tentang penataan, pembinaan, dan pengembangan pasar lelang komoditas sebagai aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

"Lelang mundur dahulu dan menunggu Perpres keluar. Perpres itu merupakan tindak lanjut dari UU Nomor 7, yang dapat memperkuat Permendag tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas di Pasar Komoditas Jakarta (PKJ)," kata Bachrul di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Selain menunggu Peraturan Presiden tersebut, dalam Permendag soal perdagangan gula kristal rafinasi melalui pasar lelang gula kristal rafinasi akan ada beberapa poin yang ditambahkan berdasarkan masukan sejumlah pihak. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta adanya pembatasan waktu operasional dan evaluasi pelaksana lelang.

Kementerian Perdagangan akan menetapkan pelaksana lelang dievaluasi dalam waktu lima tahun. Selain itu juga alokasi untuk industri skala kecil, menengah sebesar 20 persen dari total gula kristal rafinasi yang dilelang.

Hal itu untuk menjamin kepastian Usaha Kecil Menengah, Industri Kecil Menengah, kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah dan koperasi.

Kementerian Perdagangan telah Peraturan Menteri Perdagangan No.16/M-DAG/PER/3/2017, penyelenggaraan pasar lelang gula kristal rafinasi dilaksanakan 90 hari kerja sejak diundangkan pada 17 Maret 2017, atau pada Juli 2017.

Namun, pemerintah memutuskan untuk menunda pelaksanaan lelang gula kristal rafinasi tersebut hingga Januari 2018 setelah rapat koordinasi antara Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Jumat (22/9/2017).

Namun, para pelaku usaha khususnya dari sektor industri makanan minuman menilai bahwa dengan adanya lelang gula rafinasi tersebut akan menyebabkan ekonomi yang tidak efisien khususnya bagi industri kecil menengah karena adanya tambahan biaya modal dan juga operasional.

Beban industri kecil menengah dinilai akan semakin besar baik dari segi pembiayaan, pengadaan logistik dan administrasi. Sementara industri kecil menengah memiliki keterbatasan dalam hal likuiditas, distribusi dan proses managemen.

Sementara pemerintah menyatakan bahwa dengan skema lelang tersebut akan memberikan kepastian pasokan bahan baku dan juga harga bagi pelaku industri skala UKM dan juga mampu mengatasi masalah rembesan ke pasar konsumsi. Sistem lelang tersebut, pemerintah menjamin melalui pengawasan yang lebih akurat karena sistem ini dilengkapi dengan barcode elektronik (e-barcode). [tar]

Komentar

x