Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 17:17 WIB
 

Dukungan untuk Program Sejuta Rumah, Tidak Gratis

Oleh : - | Senin, 16 Oktober 2017 | 20:09 WIB
Dukungan untuk Program Sejuta Rumah, Tidak Gratis
Maryono, Direktur Utama Bank BTN - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Ambarawa - Dukungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) terhadap program Pembangunan Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, tidak gratis. Bank pelat merah ini gelontorkan dana besar.

Maryono, Direktur Utama Bank BTN, bilang, sejak program pembangunan sejuta rumah digulirkan 29 April 2015, Bank BTN sudah membiayai pembangunan 1,44 juta unit rumah. Di mana, nilai penyaluran kredit properti baik berupa KPR maupun kredit konstruksi mencapai Rp 155,9 triliun.

"Kontribusi Bank BTN sebagai integrator dalam program sejuta rumah tidak hanya dalam soal akses pembiayaan bagi seluruh lapisan nasabah tapi juga dalam menyokong sisi pasokan dengan kredit kontruksi bagi para pengembang," kata Maryono, saat menjadi pembicara dalam acara dialog bertajuk Sukses Indonesia-ku ke 4 di Museum Kereta Api Ambarawa, Jawa Tengah, Minggu (15/10/2017).

Dalam acara dialog yang dipandu oleh penyanyi Didi Kempot itu, hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan, Budi Karya. Semuanya senada untuk mendukung keberhasilan program Sejuta Rumah yang tahun ini ditargetkan 900 ribu unit rumah. Baik subsidi maupun non subsidi.

Kata Maryono, tahun ini, Bank BTN menargetkan penyaluran kredit konstruksi dan KPR untuk 666 ribu unit rumah. Terdiri dari 504.122 unit untuk KPR Subsidi, dan 161.878 unit untuk konstruksi rumah non-subsidi. Serta penyaluran KPR non-subsidi.

Per September 2017, Bank BTN sudah merealisasikan KPR untuk sekitar 167 ribuan unit rumah, 130 ribuan unit di antaranya adalah KPR Subsidi. Sementara yang mengalir dalam bentuk kredit konstruksi terdistribusi untuk kurang lebih 300.000 unit rumah.

Agar program Sejuta Rumah bisa tercapai, Maryono menyadari akan pentingnya sinergi dari seluruh stakeholder. Baik perbankan, pemerintah pusat, daerah dan pihak pengembang. "Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR telah banyak memberikan dukungan, diantaranya alokasi anggaran KPR subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kemudahan perizinan bagi pengembang untuk mendirikan rumah bagi MBR lewat paket kebijakan ekonomi XIII dan pelonggaran Loan To Value atau rasio kredit terhadap agunan untuk KPR," papar Maryono.

Sementara itu untuk meningkatkan pasokan perumahan, Bank BTN juga berupaya menciptakan para calon developer lewat Housing Finance Center (HFC), HFC bermitra dengan banyak pihak, baik Institusi pendidikan formal maupun para developer lewat aneka pendidikan dan pelatihan.

Dengan ITB, lewat program mini MBA in property Bank BTN telah mewisuda 1.000 orang yang siap terjun di dunia properti, sementara dengan asosiasi pengembang seperti REI dan Apersi, setidaknya lebih dari 10.000 orang yang juga siap untuk menjadi calon developer. Tahun depan, Maryono menargetkan akan lahir 1.200 developer muda yang dicetak HFC lewat program mini MBA.

"Selama pemerintahan Jokowi-JK, seluruh aspek untuk mempermudah akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah ditingkatkan demi mengurangi backlog kepemilikan perumahan yang mencapai lebih dari 11,38 juta kepala keluarga," kata Maryono. [tar]

Komentar

 
x