Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 07:31 WIB

Delay Pesawat Garuda

Mahfud MD & Agus Dikecewain Maskapai Bintang 5

Minggu, 3 Desember 2017 | 00:39 WIB

Berita Terkait

Mahfud MD & Agus Dikecewain Maskapai Bintang 5
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Gara-gara menunda (delay) sejumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia dikritik habis-habisan. Penumpang-pun kecewa berat.

Celakanya, mantan Menteri Pertahanan era Gus Dur sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, salah satu penumpang yang dibikin kecewa Garuda.

Melalui akun twiter @mohmahfudmd pada Jumat (1/12/2017), Mahfud menuliskan sejumlah kegundahan, lantaran kinerja Garuda yang bikin miris.

tertuliskan: "Hampir semua penerbangan @IndonesiaGaruda dari Soetta hari ini delayed. Para penumpang resah sebab penerbangan lain lancar. Perlu ada penjelasan yang memadai."

"Duh @IndonesiaGaruda Stlh ditunda lbh dari 2 jam penumpang disuruh ke gate 23 utk diterbangkan jam 13.45 ke Semarang. Jam 13.45 jadwal ke Sedi layar minotor Gate hilang. Petugas2nya menghilang hingga tak ada yg bisa ditanya. Duh, Gusti. Ada apa, sih?" tulisnya lagi.

"Kalau krn cuaca, mestinya pesawat2 lain tdk bisa terbang," tulis Mahfud.

Ternyata Mahfud tak sendiri. Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagyo, nasibnya sami mawon. Dia-pun menuliskan kalimat lebih pedas. "Saya sdh sabar tanpa marah2 di konter pdhl dr jam 10 sampai skrg blm terbang tanpa kompensasi lho."

"Pax sdh masuk pesawat GA 162 tujuan BIM, tp blm take off krn dok sdg ditulis tangan. Hare gene GA msh primitif. Katanya bintang 5."

Ada pula tulisan Anto Prabowo, Kepala Departemen Sekretariat Dewan Komisioner, Hubungan Masyarakat dan Internasional dan Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Duh, @IndonesiaGaruda Stleh ditunda lbh dari 2 jam penumpang disuruh ke gate 23 utk diterbangkan jam 13.45 ke Semarang. Jam 13:45 jadwal ke Sedi layar monitor Gate hilang. Petugas2nya menghilang hingga tak ada yg bisa ditanya. Duh, Gusti. Ada apa, sih?" tulis Anto.

Atas peristiwa ini, pihak Garuda tak berbuat apa-apa. Hanya bisa menjanjikan bahwa penerbangan baru normal pada har ini (Minggu, 3/12/2017). Selanjutnya, erupsi Gunung Agung menjadi senjata ampuh Garuda untuk berkelit.

Rasa kecewa para konsumen kepada Garuda, memang masuk akal dan manusiawi. Selama ini, Garuda dikenal sebagai maskapai yang tertib, disiplin dan nyaman. Wajarlah bila banyak penghargaan yang berhasil diraih.

Pada 2010, misalnya, Garuda meraih penghargaan Worlds Most Improved Airline dari Skytrax. Dalam daftar World Airlines versi Skytrax tahun 2011, Garuda berada di urutan 19.
Sehatun kemudian, posisi Garuda melompat ke peringkat 11. Kemudian naik ke delapan besar pada 2013. Memperoleh penghargaan The Worlds Best Economy Class.

Pada 2014, Garuda naik lagi ke posisinya tujuh. Dan meraih penghargaan The Worlds Best Cabin Crew. Yang paling fenomenal, Garuda ditetapkan menjadi maskapai bintang lima (5-Star Airlines).

Artinya, naik Garuda itu sekelas dengan Singapore Airlines, Cathay Pacific Airways, Qatar Airways, Asiana Airlines, All-Nippon Airways, serta Hainan Airlines. Sayangnya, peristiwa beberapa hari ini, sangat mencoreng citra Garuda. [ipe]

Komentar

x