Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 04:08 WIB

Darmin Kerek Plafon dan Subsidi Bunga KUR

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 8 Desember 2017 | 15:08 WIB
Darmin Kerek Plafon dan Subsidi Bunga KUR
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution - (Foto: Inilahcom/M Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Sampai dengan 30 November 2017, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp91,3 Triliun. Artinya, dari target Rp106,6 Triliun pada tahun 2017, berhasil tersalur sebesar 85,6%.

Kredit yang disalurkan melalui KUR ini tergolong lancar karena Non Performing Loan (NPL)-nya relatif rendah, sebesar 0,21%.

Adapun penyalurannya, dari total sekitar 4 juta debitur, masih didominasi oleh skema KUR Mikro (70,4%), diikuti oleh skema KUR Ritel (29,3%) dan KUR TKI (0,3%).

"Kinerja ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha mikro," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dalam keterangan resmi, Jumat (8/12/2017).

Pemerintah terus mendorong penyaluran KUR untuk sektor produksi, yang meliputi sektor pertanian, perikanan, industri, konstruksi, dan jasa-jasa. Untuk sektor produksi (termasuk sektor jasa) naik dari 33% di Desember 2016 menjadi 44% di November 2017. Sedangkan sektor produksi (tanpa sektor jasa) naik dari 22% di Desember 2016 menjadi 31,5% di November 2017.

Sementara jika dilihat menurut wilayah, penyaluran KUR didominasi di Pulau Jawa dengan porsi penyaluran sebesar 55,8% (Rp50,9 triliun), diikuti oleh Sumatera sebesar 19% (Rp17,32 triliun), Sulawesi sebesar 10,2% (Rp9,3 T), Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6,7% (Rp6,1 triliun), Kalimantan sebesar 6,2% (Rp5,6 triliun), serta Maluku dan Papua sebesar 2,1% (Rp1,9 triliun).

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan, "Kami mencatat kinerja penyaluran KUR per provinsi. Itu sesuai dengan sebaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia".

Perkembangan kinerja KUR per penyalur juga menunjukkan tren capaian yang positif. Penyaluran KUR tertinggi dicapai oleh BRI (96.2%), Bank Mandiri (93.1%), dan BNI (65.6%). Sedangkan untuk kinerja penyaluran Bank Umum Swasta (24.9%) dan BPD (31.2%).

Sebagai informasi, beberapa kebijakan prioritas yang akan berlaku untuk skema KUR baru tahun 2018 antara lain:

1. Besaran suku bunga KUR tahun 2018 menjadi 7% efektif per tahun
2. Besaran subsidi bunga KUR masing-masing skema tahun 2018:
a. KUR Mikro naik 1% dari 9,5% menjadi 10,5%
b. KUR Ritel naik 1% dari 4,5% menjadi 5,5%
c. KUR Penempatan TKI naik 2% dari 12% menjadi 14%
3. Rencana plafon total KUR tahun 2018 menjadi sebesar Rp 120 Triliun
4. Target minimum penyaluran KUR di sektor produksi sebesar 50% dari total penyaluran KUR

Menko Darmin berpesan agar Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM dan penyalur KUR perlu rutin duduk bersama membahas persoalan-persoalan di lapangan, terutama terkait pembayaran subsidi Imbal Jasa Penjaminan (IJP) dan subsisi bunga KUR.

"Kita perlu mengidentifikasi dengan baik persoalan-persoalan di lapangan. Mulai dari solusi agar pencairan subsidi lebih cepat, persoalan sistem, dll. Ini penting agar permasalahan yang sama tidak berulang," katanya. [hid]

Komentar

x