Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 00:00 WIB
 

Jelang Lengser, Pakde Karwo Ungkap Sukses Ekonomi

Oleh : - | Kamis, 14 Desember 2017 | 03:29 WIB
Jelang Lengser, Pakde Karwo Ungkap Sukses Ekonomi
Gubernur Jatim Soekarwo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Menjelang akhir jabatan, Gubernur Jatim Soekarwo memaparkan capaian perekonomian Jawa Timur di 2017. Apa kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya?

Menurut Pakde Karwo, perekonomian Jatim pada tahun ini, diyakini bisa di atas perekonomian nasional. berapa angka tepatnya? Dia sebut 5,6%.

Salah satu pendorong ekonomi tinggi bagi Jawa Timur di tahun ini adalah derasnya investasi masuk. "Banyak faktor yang mendukung perekonomian Jatim bisa tumbuh, di antaranya kinerja investasi dan perdagangan yang terus mengalami kemajuan," kata Soekarwo saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) 2017 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/12/2017).

Soekarwo menyebutkan, kinerja investasi dilihat dari izin prinsip investasi sampai Triwulan III-2017 sebesar Rp88,07 triliun, sedangkan realisasi investasinya sebesar Rp113,15 triliun.

"Pada 2018, kami harapkan bisa meningkat, apalagi didukung daya tarik investor yang semakin meningkat, ditambah keramahan bisnis yang ditawarkan Jatim, dan adanya kebijakan yang kompetitif," kata Soekarwo.

Sedangkan di bidang perdagangan, kata Pakde Karwo, sampai triwulan III-2017, Jatim mengalami surplus Rp116,13 triliun. Atau meningkat dibandingkan triwulan III-2016 yang tercatat Rp100,56 triliun.

"Kinerja perdagangan didukung dengan adanya 26 kantor perwakilan dagang (KPD) yang tersebar di seluruh Indonesia," katanya.

Faktor lain, kata Pakde Karwo, yang meningkatkan perekonomian Jatim pada 2017 adalah daya saing yang unggul dengan menerapkan empat syarat, yaitu terjaganya stabilitas makro ekonomi, pemerintahan dan tata letak kelembagaan, keuangan, bisnis dan kondisi tenaga kerja dan kualitas hidup dan pengembangan infrastruktur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A Johansyah, mengatakan, ekonomi wilayah itu diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,0% hingga 5,4% hingga akhir 2017.

Sedangkan tingkat inflasi, kata Difi, sampai akhir tahun diperkirakan terkendali di rentang 3,8% hingga 4,0% dengan peningkatan kinerja kredit dan dana pihak ketiga yang cukup baik, dan risiko kredit terkendali.

"Tantangan untuk ekonomi Jatim ke depan adalah konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama ekonomi wilayah setempat, dan dari sisi sektoral kontribusi dan daya dukung sektor pertanian terhadap perekonomian juga semakin melambat," katanya.

Oleh sebab itu, Difi mengaku, sumber pertumbuhan baru perlu segera dikembangkan, dan berdasarkan riset dan kajian Bank Indonesia terdapat tiga industri potensial, yaitu industri pengolahan ikan dan biota laut, industri galangan kapal, dan industri pariwisata.

"Meski demikian, kami meyakini ekonomi Jatim mampu mencatat perbaikan pertumbuhan di tengah berbagai tantangan yang ada, dengan proyeksi pertumbuhan tahun 2018 mencapai 5,2 persen hingga 5,6 persen," kata difi yang dikenal dekat dengan insan pers ini. [tar]

Komentar

x