Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 Februari 2018 | 10:46 WIB
 

Apindo: Lelang Gula Rafinasi Malah Picu Monopoli

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 19 Desember 2017 | 14:41 WIB
Apindo: Lelang Gula Rafinasi Malah Picu Monopoli
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Skema lelang Gula Kristal Rafinasi (GKR) yang bertujuan memperbaiki tata niaga gula malah membuatnya jadi berantakan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani menuturkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16 Tahun 2017 tentang Lelang Komoditas Pasar Gula Kristal Rafinasi (GKR)membuat perdagangan GKR yang sudah berjalan bisnis to bisnis (btb) menjadi termediasi oleh monopoli tunggal penyelenggara lelang.

"Pasar lelang GKR yang sedianya dimulai pada Juni 2017 ini mengalami penolakan masif dari pemangku kepentingan industri besar dan kecil di sektor makanan minuman (mamin)," kata Hariyadi di Gedung Permata Kuningan Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan, kata Hariyadi, mengatakan bahwa lelang gula rafinasi ditujukan supaya pasokannya tidak merembes ke pasar konsumsi.

Namun begitu, Hariyadi justru malah menampiknya dengan beralasan bila tidak mungkin ada industri yang sengaja membocorkan gula rafinasi di pasar sementara jika diolah maka nilainya akan jadi lebih tinggi.

"Rasanya pengusaha mamin mereka buat apa rembes gula pasir yang nilainya rendah, (sementara) dia bisa bikin produk yang nilainya tinggi tapi (masa) malah dia jual?," terangnya.

Justru, lanjut dia, jika ingin membenahi tata niaga gula, pemerintah harus memulainya dari hulu baru ke hilir. "Pasokan hulu juga problem. Dari perspektif petani tebu kelihatan kalau tidak diatur dengan tepat dan dioptimalkan Akhirnya jadi tidak efisien," terangnya.

Hariyadi melanjutkan, pemerintah harusnya masuk terhadap subtansi dasarnya karena hulu yang tidak dioptimalkan. "Kami saat ini masih mencoba bangun argumen yang kuat agar masyarakat dan pemerintah bisa melihat secara jernih," terangnya. [hid]

Komentar

 
x