Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 17:34 WIB

Bos Gapki Terangkan Kenapa Minyak Sawit Rontok

Kamis, 28 Desember 2017 | 13:15 WIB

Berita Terkait

Bos Gapki Terangkan Kenapa Minyak Sawit Rontok
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Terkait harga minyak sawit, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono menyebut di mana-mana sama.

Hanya saja, kata Joko, ada sedikit yang membedakan harga minyak sawit di sejumlah negara. Semisal Indonesia, Malaysia ataupun Rotterdam (Belanda), besaran biaya angkut dan distribusi.

Penjelasan Joko ini menerangkan kenapa harga minyak sawit mengalami penurunan dalam beberapa pekan ini. Kalangan awam menilai, salah satu faktor yang memicu penurunan harga minyak sawit di dalam negeri adalah menguatnya kurs Ringgit Malaysia (RM).

"Tapi itu nggak ada pengaruhnya. Di negara-negara lain harganya juga sama. Yang beda paling di cost. Lebih baik kita action di wilayah lain. Memacu produktifitas sawit rakyat dan membuka pasar-pasar baru," kata Joko saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Seperti diketahui, selama dua pekan harga minyak sawit Malaysia mengalami fluktuasi harga, sebelum akhirnya meluncur turun. Itu akibat kurs ringgit yang naik, dan murahnya harga minyak kedelai.

Ringgit yang menguat di mata dolar itu menyebabkan minyak kelapa sawit lebih mahal bagi pemegang mata uang di luar Ringgit Malaysia. Penguatan Ringgit itu cukup signifikan, menguat 0.2% terhadap dolar.

Ini menyebabkan kontrak minyak sawit untuk pengiriman Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,9% menjadi 2.499 ringgit (US$ 613,85) per ton.

Sebelum mengalami penurunan di pekan kedua, harga minyak sawit sempat terangkat. Namun itu tidak berjalan lama. Pasar goyang dan akhirnya terus mengalami penurunan hingga mendekati Hari Natal.

Penurunan ini juga berimbas terhadap minyak sawit Indonesia, yang akhirnya juga menurunkan harga Tandan Buah Segar (TBS) petani. Harga TBS untuk umur 10-15 tahun terkoreksi hingga Rp 1.950 per kilogram. [tar]

Komentar

x