Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 Februari 2018 | 01:04 WIB
 

Rejeki Blok Mahakam, Pertamina Dilarang Naikan BBM

Oleh : - | Selasa, 2 Januari 2018 | 15:45 WIB
Rejeki Blok Mahakam, Pertamina Dilarang Naikan BBM
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mulai 1 Januari 2018, aset Pertamina bertambah gemuk dengan hak pengelolaan penuh Blok Mahakam. Pada 2016 tercatat US$45,52 miliar, naik menjadi US$54,95 miliar. Bertambah US$9,43 miliar.

Artinya, kata Aktivis Rumah Gerakan 98, Sulaiman Haikal, Pertamina mendapat berkah dari pengelolaan Blok Mahakam yang disebut blok migas terbesar di Indonesia yang letaknya di Kalimantan Timur.

Selanjutnya, kata Haikal, Pertamina harus menjamin harga BBM tidak naik hingga akhir 2018. "Jika sebelumnya Pertamina mengumumkan tidak menaikkan harga BBM hingga April 2018, justru rakyat meminta harga tidak naik hingga akhir 2018. Ini penting untuk menjamin peningkatan daya beli masyarakat yang tengah diupayakan pemerintah," papar Haikal di Jakarta, Selasa (2/1/2017)

Haikal menjelaskan, pengelolaan penuh Blok Mahakam oleh Pertamina merupakan kompensasi dari pemerintah atas biaya BBM satu harga. "Selain itu, kompensasi atas kehilangan pendapatan karena harga premium & bio solar tidak mengalami perubahan hingga April tahun ini," papar mantan ketua PIJAR ini.

Ia menambahkan, tugas dari pemerintah terkait BBM satu harga di seluruh Indonesia harus tetap berlanjut. "Jangan mengeluh, karena tantangan buat Pertamina tidak hanya faktor eksternal. Harus dilihat secara internal juga, apakah tata kelola sudah rapi, pareto kontribusi efisiensi terhadap keuntungan balancingnya bagaimana. Karena di era dirut sebelumnya, berhasil genjot efisiensi," jelas Haikal.

Selain blok Mahakam, Pertamina juga mendapatkan aset dari enam blok migas yang kontraknya habis 2018. Adapun blok migas yang akan dikelola Pertamina pada 2018 adalah Blok Sanga-Sanga yang dioperatori Virginia Indonesia Co LLC, Blok South East Sumatera yang dioperatori CNOOC SES Ltd, blok Tengah oleh Total E&P Indonesie, blok East Kalimantan yang dioperatori Chevron Indonesia Company, dan Blok Attaka yang sebelumnya dioperatori Inpex Corporation.

Sementara, tiga blok lain yang terdiri dari Blok North Sumatera Offshore (NSO) dan dua blok berbentuk Joint Operating Body (JOB) yakni Tuban dan Ogan Komering. Sebelumnya blok ini dikerjakan Pertamina.

"Yang didapat netto oleh Pertamina di tahun 2018 dari pengelolaan Mahakam sekitar 317 juta USD atau sekitar Rp. 4 Triliun. Ini merupakan tambahan pendapatan bersih setelah dipotong cost recovery. "Jadi sudah selayaknya Pertamina memberi jaminan kepada rakyat bahwa harga BBM tidak akan naik di 2018," tandas Haikal. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x