Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 06:57 WIB

2017, Bank Swasta Masih Malas Salurkan KUR

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 4 Januari 2018 | 13:20 WIB
2017, Bank Swasta Masih Malas Salurkan KUR
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peran serta bank-bank swasta dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat kecil ternyata masih sedikit, sampai dengan November 2017 lalu angkanya tidak terlalu menggembirakan.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengungkapkan sampai November 2017 saluran KUR dari bank-bank swasta sangat minim dari target Rp4,9 triliun baru terealisasi sekitar Rp1,3 triliun.

"Swasta rendah dari target Rp4,9 triliun baru terealisasi Rp1,3 triliun, tapi angkanya mungkin naik terus," kata Iskandar saat ditemui di Kantor Kemenko Ekonomi Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Sementara dari penyalur bank plat merah, Bank BRI masih menjadi yang terdepan dengan saluran mencapai Rp69,47 triliun atau sudah mencapai 97%, posisi kedua ada Bank Mandiri yang mencapai Rp13,3 triliun dari target Rp13 triliun, sementara Bank BNI Rp9,7 triliun dari target Rp12 triliun.

Sementara Bank Pembangunan Daerah (BPD) baru menyalurkan sekitar Rp1,6 triliun dari target Rp5,2 triliun.

Pemerintah mencatat,realisasi penyaluran KUR mencapai Rp91,3 triliun sampai dengan November 2017. Artinya, dari target Rp106,6 triliun pada 2017, berhasil tersalur sebesar 85,6%.

Sementara kredit yang disalurkan melalui KUR memiliki tingkat kredit macet ataunon performing loan(NPL) sebesar 0,21%.

Dari total sekitar 4 juta debitur, penyaluran KUR masih didominasi oleh skema KUR Mikro sebesar 70,4%, diikuti oleh skema KUR Ritel sebesar 29,3%, dan KUR Penempatan TKI sebesar 0,3%.

Pemerintah berupaya mendorong penyaluran KUR untuk sektor produksi, yang meliputi pertanian, perikanan, industri, konstruksi, dan jasa. Dalam realisasinya, untuk sektor produksi termasuk sektor jasa mengalami kenaikan dari 33% pada Desember 2016 menjadi 44% pada November 2017.

Sedangkan sektor produksi tanpa sektor jasa naik dari 22% pada Desember 2016 menjadi 31,5% pada November 2017.

Sementara berdasarkan wilayah, penyaluran KUR masih didominasi di Pulau Jawa dengan porsi penyaluran sebesar 55,8% atau sebesar Rp50,9 trilun, diikuti oleh Sumatra sebesar 19% atau sebesar Rp17,32 triliun, Sulawesi sebesar 10,2% atau sebesar Rp9,3 triliun. Kemudian, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6,7% atau sebesar Rp6,1 triliun, Kalimantan sebesar 6,2% atau sebesar Rp5,6 triliun, serta Maluku dan Papua sebesar 2,1% atau sebesar Rp1,9 triliun. [jin]

Komentar

x