Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 20:51 WIB

Industri Manufaktur Sumbang Pajak Super Jumbo

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 9 Januari 2018 | 18:40 WIB

Berita Terkait

Industri Manufaktur Sumbang Pajak Super Jumbo
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Industri pengolahan masih menjadi penyumbang pajak besar, khususnya sektor pajak penghasilan (PPh) nonmigas.

Sepanjang 2017, setoran dari PPh sektor manufaktur ini tumbuh 17,1%.
Tidak hanya sebagai penyumbang terbesar pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, industri manufaktur juga mampu memberikan kontribusi tertinggi sebagai penyetor pajak. "Artinya, mereka juga menunjukkan kepatuhan wajib pajak," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/1/2017).

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan pajak tahun 2017 telah menyentuh angka Rp1,151 triliun. Adapun PPh dari sektor nonmigas sebesar Rp596,89 triliun.

Industri pengolahan terus menjadi kontributor tertinggi terhadap penerimaan PPh nonmigas, di mana tahun ini mencapai 31,8 persen. Selanjutnya, diikuti sektor perdagangan 19,3%, jasa keuangan 14%, dan pertanian 1,7%.

Sementara itu, tiga sektor yang berkontribusi besar terhadap PDB nasional, yaitu industri pengolahan yang mencapai 22%, perdagangan 13,8% dan pertanian 13,8%. "Aktivitas industri konsisten membawa multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian Indonesia," ujar Menperin.

Sumbangsih tersebut, lanjutnya, antara lain melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian fokus menjalankan kebijakan hilirisasi industri, tegas Airlangga.

Peningkatan nilai tambah ini misalnya dilakukan oleh industri berbasis agro dan tambang mineral yang telah menghasilkan berbagai produk hilir seperti turunan kelapa sawit dan stainless steel. Untuk jumlah ragam produk hilir kelapa sawit, meningkat menjadi 154 produk sepanjang tahun 2015-2017 dibanding 2014 sekitar 126 produk. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x