Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Februari 2018 | 05:40 WIB
 

Pemerintah Disarankan Jangan Alergi Impor Beras

Oleh : - | Kamis, 11 Januari 2018 | 03:09 WIB
Pemerintah Disarankan Jangan Alergi Impor Beras
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) berharap pemerintah mengkaji opsi impor beras medium dalam rangka menekan tingginya harga.

"Harga beras yang konsisten tinggi tentu akan memberatkan konsumen, terutama masyarakat miskin yang pendapatannya sama atau kurang dari Rp300.000 per bulan," kata Kepala Penelitian CIPS, Hizkia Respatiadi di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Menurut Hizkia, harga beras yang naik dinilai menjadi salah satu kontributor kemiskinan. Dan, penerapan harga eceran tertinggi (HET) merupakan cara instan, bukan solusi stabilitas harga beras dalam jangka panjang.

Ia mengingatkan bahwa banyak tempat penggilingan padi tutup karena harga gabah sudah lebih tinggi daripada HET.

Untuk itu, ujar dia, CIPS mendorong pemerintah untuk membuka keran impor untuk menstabilkan pasokan dan harga beras.

Pemerintah, lanjutnya, bisa memanfaatkan kerjasama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan mengimpor beras dari Thailand atau Vietnam yang harga berasnya lebih murah dari Indonesia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik menyatakan harga rata-rata beras medium di tingkat penggilingan pada Desember 2017 naik sebesar 2,66 persen menjadi Rp9.526 per kilogram jika dibandingkan dengan November.

Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa (2/1), mengatakan bahwa kenaikan harga beras khususnya kualitas medium pada Desember 2017 tersebut akibat ada kenaikan permintaan dari masyarakat.

Kenaikan rata-rata harga beras bukan hanya terjadi pada beras kualitas medium saja. Namun, untuk beras kualitas premium tercatat juga mengalami kenaikan menjadi Rp9.860 per kilogram atau naik 3,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta untuk mengkaji opsi impor beras kelas medium untuk menstabilkan harga yang kini terus merangkak naik.

"Opsi impor tidak dilarang, tapi kita minta jajaki tadi, 'incase' ada sesuatu perlu, incase, kalau memang makin naik itu harus impor segera," katanya kepada wartawan di Kantor Presiden, Selasa (9/1).

Wakil Presiden menyampaikan hal itu menanggapi terkait terus merangkaknya harga beras kelas medium yang kini telah mencapai lebih dari Rp11.000 per kg, melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kg. [tar]

Komentar

 
x