Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 20:47 WIB
 

Bali Berasa Tiongkok, Wisatawannya 1,37 Juta Orang

Oleh : - | Kamis, 11 Januari 2018 | 17:09 WIB
Bali Berasa Tiongkok, Wisatawannya 1,37 Juta Orang
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Denpasar - Sepanjang Januari-November 2017, jumlah wisatawan China mendominasi sebanyak 1,37 juta orang, Bertambah 467.292 orang, atau 51,52% ketimbang periode sama di 2016 sebanyak 907.028 orang.
"Masyarakat negeri Tirai Bambu itu datang ke Bali sebagian besar lewat Bandara Ngurah Rai Bali, dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, hanya 164 orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Kamis (11/1/2018).
Ia mengatakan, kunjungan masyarakat China untuk menikmati panorama alam serta keunikan seni dan budaya masyarakat Bali menempati peringkat teratas dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, mampu memberikan andil sebesar 25,54% dari total wisman yang berjumlah 5,38 juta orang selama sebelas bulan pertama 2017. Tumbuh 896.691 orang, atau 19,99%. Karena periode yang sama di 2016 jumlah wisman yang datang mencapai 4,48 juta orang.
Setelah China disusul wisman asal Australia, berkontribusi 18,87%, India 4,53%, Jepang 4,42%, Inggris 4,25%, Amerika Serikat 3,30%, Perancis 3,17%, Jerman 3,15%, Korea Selatan 3,12%, dan Malaysia 2,88%
Dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali sebagian besar mengalami peningkatan yang signifikan, hanya dua negara yang mengalami penurunan yakni Australia 3,02%, dan Malaysia 2,66%.
Adi menambahkan, meningkatnya kunjungan turis China ke Bali sejak beberapa tahun belakangan ini berkat berbagai faktor, salah satunya semakin baiknya hubungan kerja sama antara pemerintah China dengan Indonesia khususnya Bali.
Selain itu juga berkat terobosan yang dilakukan perusahaan penerbangan nusantara, yakni Garuda Indonesia dengan memusatkan perhatiannya terhadap lintasan penerbangan Tiongkok-Denpasar, Bali pergi-pulang (PP).
Dengan adanya angkutan udara relatif lancar menyebabkan angka peningkatan kunjungan turis asing asal China ke Bali meningkat cukup signifikan.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra dalam kesempatan terpisah menyambut positif pencabutan travel warning oleh Pemerintah China terhadap larangan masyarakatnya berwisata ke Bali terkait erupsi Gunung Agung.
Pihaknya bersyukur karena pemerintah China mencabut "travel warning", karena pemerintah Indonesia sudah meyakinkan bahwa Bali aman dikunjungi dan pemerintah juga memberikan garanti jika terjadi "strended" akibat bencana erupsi Gunung Agung.
Dengan dibukanya kembali kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Bali diharapkan kunjungan pelancong ke Pulau Dewata meningkat dan tingkat hunian hotel juga bertambah, terutama dalam menyongsong Perayaan Tahun Baru Imlek pada bulan Februari 2018, katanya. [tar]

Komentar

 
x