Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 00:52 WIB
 

DPD Tolak Keputusan Impor Beras Menteri Enggar

Oleh : - | Sabtu, 13 Januari 2018 | 02:29 WIB
DPD Tolak Keputusan Impor Beras Menteri Enggar
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Medan - Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Parlindungan Purba protes keras dan mendesak rencana impor beras 500.000 ton, harus dibatalkan.

"Beras impor dari Thailand dan Vietnam yang akan masuk ke Indonesia akhir Januari 2018 akan merugikan petani," ujar Parlindungan di Medan, Sumatera Utara, Jumat (12/1/2018).

Parlindungan mengaku sedang siap-siap untuk meninjau beberapa sentra produksi padi di Sumut, salah satunya Kabupaten Simalungun. Dirinya ingin memastikan persediaan beras secara riil.

Dia bilang, kebijakan yang ditempuh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, jelas-jelas akan merugikan petani. Apalagi, sejumlah daerah, saat ini memasuki musim panen padi. "Impor akan menekan harga beras di tingkat petani, sementara dewasa ini masa dan memasuki musim panen," ujar Parlindungan.

Kebijakan impor beras, dinilai Parlindungan, sangatlah tidak tepat waktu. Jadi, pemerintah harus meninjau ulang rencana tersebut. "Jangan sampai petani yang sudah sempat bergairah kembali karena harga gabah naik dan banyaknya kebijakan mendukung dari Kementerian Pertanian, kembali tidak semangat dengan adanya impor," katanya.

Seharusnya, kata dia, sebelum melakukan impor, Kemeneterian Perdagangan mengecek benar-benar data stok beras di lapangan. "Jangan karena harga beras di beberapa provinsi naik, pemerintah langsung mengimpor beras," katanya.

Diakui di Sumut harga beras medium sudah di atas Harga Eceran Tertinggi atau HET sebesar Rp9.950 per kg atau rata - rata di atas Rp10.000 per kg.

Tetapi kenaikan diyakini sementara karena di Desember 2017 hujan terus turun sehingga mengganggu proses penjemuran padi dan berdampak pada berkurangnya pengadaan beras di pasar.

"Harga dipastikan stabil lagi karena Pemerintah melalui Bulog sudah melakukan OP (operasi pasar) dengan harga di bawah HET atau sebesar Rp9.850 per kg," ujar Parlindungan Purba.

Kementerian Perdagangan sudah menunjuk PT (Persero) Perusahaan Perdagangan Indonesia sebagai pengimpor dan distributor beras khusus asal Vietnam dan Thailand. [tar]

Komentar

 
x