Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 19:52 WIB
 

Anak Usaha PLN Raih Penghargaan Menteri Siti

Oleh : - | Rabu, 17 Januari 2018 | 01:09 WIB
Anak Usaha PLN Raih Penghargaan Menteri Siti
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anak usaha PT PLN (Persero), PT Indonesia Power melalui Pembangkitan Suralaya meraih penghargaan emisi gas rumah kaca dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (LHK).

Menteri LHK, Siti Nurbaya menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Direktur Pengembangan Dan Niaga PT Indonesia Power Adi Supriono di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Adi mengatakan, penghargaan ini, merupakan bentuk pengakuan pemerintah atas kontribusi perusahaannya terhadap upaya pengendalian perubahan iklim di Indonesia terutama dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).

"Pembangkitan Suralaya menjadi pembangkit pertama di Indonesia yang secara voluntary telah menerapkan sistem Measurement, Reporting dan Verification (MRV) untuk aksi mitigasi perubahan iklim," jelas Adi.

"Kami melakukan rehabilitasi boiler dan turbin-generator di Unit 1 dan 2 PLTU Suralaya. Juga penggantian lampu TL menjadi lampu LED," lanjut Adi.

Menurut Adi, sistem MRV yang handal di pembangkit listrik bertujuan meningkatkan kualitas data penurunan emisi GRK (Gas Rumah Kaca).

Upaya lain PLN dalam pengurangan emisi dapat dilihat dari banyaknya pengembangan energi baru dan terbarukan seperti PLTA, PLTP, PLTB, PLTS, PLT sampah, biomass dan EBT lainnya.

Penggunaan teknologi HELE (high efficiency, low emission) seperti boiler upercritical dan ultra-supercritical untuk PLTU batubara di pulau Jawa dan Sumatera juga membuktikan bahwa PLN peduli dengan upaya pengurangan emisi GRK dari pembangkitan tenaga listrik.

"Selain penurunan emisi dalam bentuk pengembangan pembangkit EBT, fuel switching, efisiensi energi, dan penghijauan, PLN juga melakukan upaya penurunan emisi melalui mekanisme karbon kredit," ujar Adi.

Hingga tahun 2017, katanya, PLN dapat menurunkan emisi CO2 (dalam bentuk Certified Emission Reduction) melalui mekanisme Clean Development Mechanism sebesar 157.550 ton CO2, dan sebesar 3.721.025 ton CO2 melalui mekanisme Verified Carbon Standard. [tar]

Komentar

 
x